Rusia dan Iran Kian Mesra, Terungkap Diskusi Soal Perang Teheran dan Amerika Serikat
Kredit Foto: Istimewa
Rusia dan Iran kembali memperlihatkan hubungan erat kedua negara saat memanasnya perang dari Teheran dan Amerika Serikat. Keduanya baru-baru ini membahas kemungkinan penyelesaian diplomatik atas konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Russia, Sergei Lavrov baru-baru ini telah melakukan diskusi dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi. Kedua pihak membahas secara mendalam krisis militer dan politik yang terjadi setelah serangan dari Amerika Serikat dan Israel ke Teheran.
Baca Juga: Uni Eropa Ungkap Cara Rusia Bantu Iran Menyerang Amerika Serikat
Dalam pembicaraan tersebut, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai peluang mengalihkan konflik ke jalur diplomasi. Rusia sendiri menilai konflik tersebut sebagai akibat dari agresi yang memicu eskalasi besar dalam kawasan.
Lavrov menekankan pentingnya penyelesaian yang mengacu pada hukum internasional dan mempertimbangkan kepentingan seluruh negara dalam kawasan dari Timur Tengah.
Adapun Rusia juga mengungkapkan telah mengirim bantuan kemanusiaan terbaru ke Iran. Hal tersebut semakin menegaskan hubungan erat dari Moskow dan Iran.
Diketahui, Rusia dan Iran telah menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mencakup kerja sama politik, ekonomi, militer dan energi. Meski demikian, perjanjian tersebut tidak mencakup kewajiban pertahanan bersama.
Namun kedua negara disebut-sebut saling bekerja sama dalam perangnya masing-masing di Eropa Timur dan Timur Tengah. Dugaan tersebut tengah menjadi perhatian internasional, khususnya dari Barat.
Rusia diketahui menggunakan drone rancangan dari Iran. Drone tersebut digunakan mereka dalam konflik yang berlangsung di Ukraina. Moskow di sisi lain dilaporkan memberikan intelijen terhadap Teheran. Hal itu dilakukan agar mitranya tersebut dapat menyerang secara presisi fasilitas hingga infrastruktur penting di Timur Tengah.
Kremlin juga disebut turut memasok teknologi drone yang digunakan dalam serangan terhadap negara tetangga dan pangkalan militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah.
Moskow juga kemungkinan menyediakan citra satelit kepada Iran. Ia juga disebut telah membantu meningkatkan kemampuan drone mereka agar setara dengan teknologi yang digunakan Moskow di Ukraina.
Namun Rusia sendiri telah membantah tuduhan tersebut dan menegaskan tidak pernah memberikan intelijen terkait target militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah.
Hubungan Rusia dan Iran sendiri menunjukkan bahwa terdapat keterkaitan antara konflik keduanya, di mana kedua negara berada dalam satu poros kerja sama strategis. Upaya diplomasi yang dibahas kedua negara menjadi salah satu peluang untuk meredakan ketegangan, meskipun situasi di lapangan masih sangat dinamis.
Baca Juga: Fokus Iran, Amerika Serikat Pertimbangkan Alihkan Senjata dari Ukraina ke Timur Tengah
Pembicaraan Rusia dan Iran berpotensi membuka lebih besar peluang jalur diplomatik dalam konflik dari Timur Tengah. Namun, dengan keterlibatan banyak negara besar, proses menuju perdamaian diperkirakan akan kompleks dan membutuhkan waktu panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: