Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 76,52 poin atau -1,08% ke level 7.020,53 pada perdagangan Senin, 30 Maret 2026. Merujuk data RTI per pukul 09.05 WIB, IHSG bahkan anjlok lebih tajam 113,65 poin atau -1,6% ke 6.983,39.
Sebanyak 423 saham bergerak turun, hanya 125 saham yang naik dan 149 saham lainnya stagnan. Per pagi hari ini, IHSG mencatatkan volume perdagangan 1,74 miliar lembar saham dengan frekuensi 161.301 kali. Nilai transaksi yang dibukukan Rp1,47 triliun.
Posisi top losers diduduki PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) yang terkoreksi -12,32% ke Rp242, PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) -11,03% ke Rp645 dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) -9,88% ke Rp1.095.
Di jajaran top gainers ada PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) yang melesat 20,86% ke Rp168, PT Soho Global Health Tbk (SOHO) 18,23% ke Rp2.400 dan PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM) 16,5% ke Rp240.
Tekanan terhadap IHSG sudah terlihat sejak akhir pekan lalu. Pada perdagangan Jumat (27/3), indeks tercatat melemah 0,94% dengan aksi jual bersih (net foreign sell) investor asing mencapai Rp1,9 triliun di pasar reguler.
Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda, menyatakan bahwa tekanan ini dipicu oleh ketidakpastian terkait perundingan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang belum menemui titik terang.
Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dan gas alam turut menjadi sentimen negatif. Kekhawatiran akan gangguan pasokan energi serta potensi lonjakan inflasi akibat kenaikan harga tersebut membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati.
Di sisi lain, dinamika global juga semakin kompleks dengan adanya aksi besar-besaran di Amerika Serikat bertajuk “No Kings” yang diikuti ribuan hingga jutaan warga untuk memprotes kepemimpinan Donald Trump. Kondisi ini menambah ketidakpastian yang turut memengaruhi sentimen pasar global.
Baca Juga: IHSG Senin (30/3) Diprediksi Sideways, Cermati Rekomendasi Saham Awal Pekan Ini
"Secara teknikal, IHSG berpotensi untuk bergerak terbatas dengan range support di 7000 dan resistance pada 7100," kata Reza dalam riset hariannya, Senin (30/3).
Pelaku pasar juga akan mencermati sejumlah data ekonomi penting yang akan dirilis pekan ini, terutama dari dalam negeri seperti tingkat inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang dinilai dapat menjadi katalis pergerakan IHSG.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: