Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Begini Nasib Ribuan Truk dan Pikap yang Terlanjur di Impor dari India

        Begini Nasib Ribuan Truk dan Pikap yang Terlanjur di Impor dari India Kredit Foto: Syarikat Islam
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan langkah pemerintah terkait ribuan truk dan pikap yang telanjur diimpor dari India.

        Ferry memastikan kendaraan tersebut tetap dimanfaatkan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang siap beroperasi.

        "Kemarin karena telanjur (impor), jumlahnya masih ribuan, kita akan penuhi untuk operasional di koperasi desa yang sudah selesai bangunan fisik, gudang, gerai dan alat kelengkapannya," kata Ferry selepas halal bihalal DPW Syarikat Islam Jabar, Masjid Al Jabbar Bandung, Jawa Barat, dikutip dari Antara, Selasa (31/3).

        Setiap koperasi nantinya akan mendapatkan satu unit truk, satu pikap, serta sepeda motor. Alokasi ini bertujuan mempermudah dan melancarkan arus mobilitas barang.

        "Sekarang ribuan truk dan pick-up sudah didistribusikan di koperasi-koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (sekitar 2.400 koperasi)," ucapnya.

        Ferry mengakui seharusnya pemerintah tetap memprioritaskan industri otomotif dalam negeri atau yang telah berinvestasi di Indonesia. "Tapi sekiranya kurang kita tentu diperbolehkan untuk mengambil dari negara manapun," ujarnya.

        Ia menegaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk memenuhi sisa kebutuhan kendaraan operasional Kopdes. 

        "Untuk memenuhi sisa kebutuhan Koperasi Merah Putih, kita sudah membicarakan ini dengan Pak Menteri Perindustrian, dengan Gaikindo dan kita akan prioritaskan di industri otomotif kita yang sudah terbangun di dalam negeri," tuturnya.

        Untuk diketahui, Agrinas Pangan mengimpor 105.000 mobil truk dan pikap dari India untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih. Total impor ini terdiri dari 35.000 unit mobil pikap 4x4 produksi Mahindra Ltd, serta 70.000 unit dari Tata Motors yang mencakup 35.000 unit pikap 4x4 dan 35.000 unit truk roda enam. Total nilai impornya mencapai Rp24,66 triliun.

        Baca Juga: Rp24,66 Triliun Mengalir ke India, Industri Otomotif Dalam Negeri Bisa Tertekan

        Berdasarkan informasi yang beredar, Agria melakukan impor tersebut karena industri di Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan untuk mobil pikap dengan penggerak 4x4.

        Namun impor ini mengalami banyak kritikan tajam karena dianggap berdampak kurang baik pada industri kendaraan dalam negeri sebagai salah satu sektor padat karya dengan ribuan pekerja.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: