Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Imbas Perang di Timur Tengah, Harga BBM di AS Melonjak Jadi yang Tertinggi sejak 2022

        Imbas Perang di Timur Tengah, Harga BBM di AS Melonjak Jadi yang Tertinggi sejak 2022 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga rata-rata bensin eceran di Amerika Serikat pada Senin (30/3) mendekati level US$4 per galon atau sekitar Rp67.972 (kurs Rp16.993 per dolar AS), itu artinya menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2022.

        Saat ini, harga rata-rata nasional berada di kisaran US$3,98 hingga US$4,00 per galon. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di sekitar US$2,98 per galon. 

        Berdasarkan data platform pelacakan harga bahan bakar GasBuddy, harga bensin di AS telah meningkat lebih dari 34 persen sejak akhir Februari.

        Kenaikan harga juga terjadi pada bahan bakar diesel, dengan rata-rata nasional kini telah melampaui US$5 per galon.

        Lonjakan harga bahan bakar ini dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah global serta gangguan rantai pasokan, terutama akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

        Kondisi tersebut mulai berdampak pada aktivitas masyarakat di AS, tingginya biaya bahan bakar mendorong penurunan aktivitas berkendara, dengan sebagian konsumen memilih menunda perjalanan dan rencana liburan untuk menekan pengeluaran.

        Untuk diketahui di Amerika Serikat, satu galon itu setara dengan 3,785 liter dan jika dikonversi, harga bensin sebesar US$4 per galon itu setara dengan sekitar US$1,05 per liter atau sekitar Rp17.955 per liter.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: