Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Awal April Diproyeksi Masih Koreksi, Cermati Saham Pilihan Analis

        IHSG Awal April Diproyeksi Masih Koreksi, Cermati Saham Pilihan Analis Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (1/4/2026) diprediksi masih berpotensi melanjutkan pelemahan di tengah tekanan jual yang belum mereda.

        Sebelumnya, IHSG ditutup terkoreksi 0,61% ke level 7.048 dan pergerakannya masih berada dalam fase downtrend. Meski sempat menguat di awal sesi, tekanan jual kembali mendominasi seiring maraknya aksi trading jangka pendek dan profit taking di tengah ketidakpastian pasar yang masih tinggi.

        Analis MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam, sehingga indeks masih rawan melanjutkan koreksi

        "Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave A pada label hitam sehingga IHSG masih rawan terkoreksi ke area 6,745-6,849," kata Analis MNC Sekuritas dalam risetnya.

        Namun dalam skenario terbaik, IHSG berpeluang telah menyelesaikan wave A pada label biru dan berpotensi melanjutkan penguatan ke kisaran 7.450–7.675. Adapun level support berada di 7.022 dan 6.917, sementara resistance di 7.302 dan 7.434.

        Baca Juga: Dana Asing Rp1,28 Triliun Kabur dari RI, 10 Saham Ini Dilego

        Baca Juga: IHSG Akhir Maret Ditutup Melemah ke 7.048, Sektor Transportasi Jadi Penekan Utama

        Rekomendasi Saham Pilihan Analis MNC Sekuritas

        Di tengah kondisi tersebut, sejumlah saham direkomendasikan untuk dicermati pada awal April 2026.

        PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness

        BBCA menguat ke 6,450 dan masih didominasi oleh volume pembelian, pergerakan BBCA masih berada di fase downtrendnya. Analis memperkirakan, posisi BBCA sedang berada pada bagian dari wave (c) dari wave [y].

        Buy on Weakness: 6,100-6,350

        Target Price: 6,800, 7,225

        Stoploss: below 5,975

        PT Harum Energy Tbk (HRUM) - Buy on Weakness

        HRUM terkoreksi 5,12% ke 1,020 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, namun koreksinya tertahan MA200. Saat ini, posisi HRUM diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [d] dari wave Y pada pola triangle.

        Buy on Weakness: 990-1,010

        Target Price: 1,125, 1,205

        Stoploss: below 960

        PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) - Spec Buy

        JPFA terkoreksi 3,69% ke 2,350 dan masih didominasi oleh tekanan jual, namun koreksinya masih tertahan oleh MA20. MNC Sekuritas memperkirakan, posisi JPFA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 1 dari wave (5).

        Spec Buy: 2,280-2,320

        Target Price: 2,500, 2,650

        Stoploss: below 2,220

        PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness

        TINS menguat 7,05% ke 3,340 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. Analis memperkirakan, posisi TINS saat ini sedang berada pada bagian awal dari wave A dari wave (B).

        Buy on Weakness: 3,210-3,310

        Target Price: 3,440, 3,690

        Stoploss: below 3,100

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Disclaimer: Keputusan untuk melakukan aksi jual atau beli saham sepenuhnya ada di tangan pembaca. Segala risiko kerugian dari setiap keputusan investasi yang diambil menjadi tanggung jawab pembaca.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: