Kredit Foto: Azka Elfriza
Jika sebelumnya bedah estetik identik dengan upaya mengubah wajah agar menyerupai standar tertentu, kini tren tersebut mulai mengalami pergeseran karena pendekatannya beralih ke konsep facial harmony atau harmoni wajah karena kesadaran akan keseimbangan antarbagian wajah.
Dokter spesialis bedah plastik rekonstruktif dan estetik, dr. Alexander Perkasa-Hendropriyono, Sp. B.P.R.E., M.Ked.Klin, menegaskan bahwa tujuan utama prosedur bedah plastik saat ini adalah mengembalikan proporsi dan karakter wajah agar tetap selaras dan natural, bukan hanya mengubah demi standar yang terkesan 'memaksakan'.
“Esensi dari bedah estetik bukan tentang ‘mengubah’, tetapi mengembalikan proporsi, karakter, dan kesan wajah yang selaras,” jelasnya dalam acara RS Pondok Indah di Jakarta, dikutip pada Rabu (1/4/2026).
Biasanya, masalah estetika seperti kulit kendur, kerutan, bekas luka, hingga penipisan rambut kerap memengaruhi kepercayaan diri seseorang. Agar wajah terlihat sebagai satu kesatuan dan semua fitur bisa menonjol, kondisi tersebut tentu membutuhkan penanganan yang presisi agar tercipta harmonisasi wajah secara menyeluruh.
Seperti yang kamu tahu, garis rambut atau hairline berfungsi sebagai bingkai wajah, area mata menjadi pusat ekspresi yang memberi kesan segar, hidung yang berperan sebagai titik keseimbangan antara bagian atas dan bawah wajah, dan pipi, bibir & jawline yang menyempurnakan visual bak kontur.
Untungnya, kini teknik bedah estetik dirancang untuk mendukung hasil yang lebih natural seiring dengan perkembangan teknologi. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dan tahan lama, beberapa teknik unggulan yang biasanya menjadi primadona adalah:
- Rhinoplasty dan Blepharoplasty: dari tren kecantikan ala Barat, kini keindahan kontur wajah khas kecantikan Asia mulai digandrungi lewat prosedur rhinoplasty (bedah hidung) dan blepharoplasty (bedah kelopak mata).
- Modern Facelift dengan teknik SMAS deep-plane: tidak hanya fokus dengan hasil kulit yang kaku, kini prosedur facelift memiliki teknik Superficial Musculoaponeurotic System (SMAS) deep-plane yang bekerja dengan mengangkat dan mereposisi jaringan otot serta lemak di bawah kulit ke posisi asalnya sehingga wajah bisa tampak 15-20 tahun lebih muda.
- Transplantasi rambut dengan Teknik FUE: garis rambut yang mundur atau penipisan rambut biasanya diatasi dengan teknik Follicular Unit Extraction (FUE) yang minimal invasif. Tanpa meninggalkan bekas luka garis panjang di belakang kepala, FUE mengambil unit folikel rambut satu per satu secara presisi sehingga tidak perlu ada jahitan, minim rasa nyeri, dan masa pemulihannya yang relatif singkat, sekitar 3–5 hari.
Selain mengubah harmoni wajah, tren kecantikan juga fokus pada perbaikan kualitas kulit dan pencapaian tampilan yang lebih sehat. Inovasi cell-assisted lipotransfer, terapi regeneratif, dan laser liposuction, contohnya, turut melengkapi perkembangan dunia estetik.
Alexander menekankan bahwa sebelum melakukan prosedur, ada baiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter karena tindakan bedah plastik yang tepat adalah yang dijalankan sesuai kebutuhan anatomi, bukan sesuai tren.
Baca Juga: Hadir saat Ramadan, Nastasya Shine Luncurkan Body Lotion yang Dikembangkan Ahli Skincare Asal Rusia
Baca Juga: Penuaan Dini Akibat Sinar Matahari dan Beragam Perawatannya
"Sebelum memutuskan untuk menjalani prosedur bedah estetik, penting bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik rekonstruktif dan estetik," tuturnya.
Dengan hadirnya teknologi canggih ini di Indonesia, tentu saja plesiran ke luar negeri untuk mendapatkan hasil yang natural tidak diperlukan lagi karena cantik itu lebih dari sekedar tren.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: