Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Pemberlakuan kebijakan peningkatan batas minimal free float menjadi 15% dinilai membawa perubahan terhadap dinamika perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), khususnya dari sisi likuiditas harian dan efisiensi harga saham.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai kebijakan free float berpotensi memperbaiki aktivitas transaksi di pasar modal, terutama pada saham berkapitalisasi besar yang selama ini memiliki porsi saham publik relatif terbatas.
“Likuiditas perdagangan diproyeksikan membaik, terutama pada saham berkapitalisasi besar yang selama ini free float-nya rendah,” kata David kepada Wartaekonomi, Rabu (1/4/2026).
David menjelaskan, selama ini sejumlah saham berkapitalisasi besar cenderung memiliki likuiditas terbatas akibat dominasi kepemilikan pemegang saham pengendali. Kondisi tersebut membuat pergerakan harga kurang mencerminkan mekanisme pasar yang sehat.
“Dengan porsi saham beredar yang lebih besar, transaksi akan menjadi lebih aktif dan pergerakan harga menjadi lebih efisien,” ujarnya.
Meski demikian, David mengingatkan implementasi kebijakan free float berpotensi menimbulkan tekanan harga saham dalam jangka pendek. Hal ini disebabkan meningkatnya pasokan saham di pasar.
“Dalam jangka pendek, harga berpotensi tertekan karena bertambahnya pasokan saham jika emiten menambah porsi free float melalui secondary offering atau divestasi,” katanya.
Baca Juga: Free Float 15% Dorong Aksi Korporasi, Pasar Hadapi Tambahan Supply Saham
Baca Juga: BEI Targetkan Free Float 15% Selesai 2029, Begini Tahapan Penerapannya
Baca Juga: BEI Resmi Naikkan Free Float Jadi 15%, Emiten Wajib Patuh!
Namun, dalam perspektif jangka menengah hingga panjang, kebijakan ini dinilai memberikan dampak positif terhadap kualitas pasar modal Indonesia.
Peningkatan free float diyakini akan memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, serta memperbesar daya tarik saham bagi investor institusi, termasuk investor asing.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: