Kredit Foto: Azka Elfriza
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menetapkan arah baru pengembangan industri asuransi umum nasional melalui Kongres VIII AAUI Tahun 2026 yang digelar di Ballroom MAIPARK AAUI.
Forum tertinggi tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, mulai dari pengesahan program kerja hingga penetapan visi industri yang lebih resilien, inovatif, dan berdaya saing global.
Kongres dihadiri oleh 70 dari total 80 perusahaan anggota. Dalam Sidang Paripurna II, peserta menyetujui dan menerima laporan pertanggungjawaban Pengurus AAUI masa bakti 2023–2026 serta memberikan aquit et de charge, yang menandai berakhirnya masa kepengurusan sebelumnya.
Selanjutnya, dalam Sidang Paripurna III, AAUI menyepakati perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai langkah penyesuaian terhadap dinamika industri.
Perubahan tersebut mencakup ketentuan cabang, keberlanjutan program kerja, hingga masa jabatan ketua dan kepengurusan guna meningkatkan adaptivitas organisasi.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan Sidang Paripurna IV, yakni pemilihan Ketua AAUI melalui mekanisme aklamasi. Hasilnya, Budi Herawan ditetapkan sebagai Ketua AAUI periode 2026–2030.
Baca Juga: Setelah Merugi, AAUI Ungkap Asuransi Umum Berbalik Untung Rp15,8 Triliun
Baca Juga: AAUI Ungkap Lini Asuransi Paling Rentan Imbas Perang AS-Israel vs Iran
Baca Juga: AAUI: Gangguan Selat Hormuz Picu Kenaikan Biaya Asuransi Global
“Terima kasih ya semuanya,” ujar Budi saat ditemui di Gedung AAUI, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Dalam kesempatan yang sama, kongres juga mengesahkan Program Kerja Pokok AAUI periode 2026–2030 yang menitikberatkan pada percepatan transformasi digital, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan kolaborasi dengan regulator.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: