Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Indonesia Crypto Exchange (ICEx) Resmi Diluncurkan, jadi Bursa Aset Kripto Berstandar Institusional Pertama di Indonesia

        Indonesia Crypto Exchange (ICEx) Resmi Diluncurkan, jadi Bursa Aset Kripto Berstandar Institusional Pertama di Indonesia Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indonesia Crypto Exchange (ICEx) resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional di Hotel St. Regis Jakarta pada pukul 14.00 WIB.

        Dengan dukungan modal sebesar US$70 juta, ICEx Group akan dijalankan bersama 11 Pedagang Aset Kripto Berizin (PAKD) utama di Indonesia, yakni Triv, Tokocrypto, Indodax, Ajaib Kripto, Reku, Upbit Indonesia, Nanovest, FLOQ, OSL Indonesia, Samuel Kripto Indonesia, dan Mobee Indonesia.

        Berbeda dengan banyak bursa kripto yang mengadopsi kerangka dari luar negeri, ICEx mengembangkan model yang dirancang khusus untuk Indonesia. Platform ini dibangun oleh pelaku industri dalam negeri, dikelola oleh bursa lokal, serta berada di bawah pengawasan otoritas nasional.

        “Kami sempat mendiskusikan berbagai opsi penamaan, namun pada akhirnya memilih untuk menegaskan asal dan kekuatan yang kami miliki, yaitu Indonesia,” ujar CEO ICEx Group, Kai Pang.

        Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini tengah membangun infrastruktur perdagangan aset kripto berstandar global. “Kami ingin turut mewujudkannya secara langsung,” katanya.

        Dalam operasionalnya, ICEx memiliki tiga struktur yang saling terhubung sehingga proses perdagangan hingga penyimpanan aset dapat berjalan dalam satu kerangka terpadu.

        Struktur pertama adalah bursa ICEx yang berfungsi sebagai pengatur dan pengawas pasar, serupa dengan peran bursa saham seperti IDX atau Nasdaq.

        Struktur kedua adalah Crypto Asset Clearing International (CACI) yang bertanggung jawab terhadap proses kliring serta penjaminan transaksi. 

        CEO CACI, Andi Nirwoto, menjelaskan bahwa peran lembaga kliring ini penting untuk meminimalkan risiko antar pihak sekaligus mendukung terciptanya mekanisme pasar yang lebih stabil dan siap bagi partisipasi institusi.

        “CACI berfungsi penting dalam mengurangi risiko antar pihak,” kata Andi Nirwoto.

        Struktur ketiga adalah International Crypto Custodian (ICC) yang berperan sebagai pengelola penyimpanan aset keuangan digital dengan standar institusional. 

        CEO ICC, Septiyan Andika Isanta, mengatakan pihaknya menghadirkan infrastruktur penyimpanan yang aman, transparan, dan andal.

        “ICC sebagai pengelola penyimpanan aset keuangan digital berstandar institusional menghadirkan infrastruktur yang aman, transparan, dan andal,” katanya.

        Baca Juga: Resmi Jadi Pengawas Kripto OJK, Adi Budiarso Bakal Revisi UU P2SK

        Menambahi itu, Founder dan Chief Executive Officer TRIV Group, Gabriel Rey, menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran bursa ICEx di Indonesia.

        “Kami sangat bangga dapat turut mendukung ICEx yang dibangun dengan infrastruktur bersama yang kuat secara institusional. Langkah ini memungkinkan grup kami untuk terus berinovasi dalam kerangka regulasi yang jelas,” ujarnya.

        Ia menilai jumlah investor kripto di Indonesia masih akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, Triv Group siap berkolaborasi dengan ICEx untuk mendorong perkembangan ekosistem aset kripto nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: