Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DPR: Kenaikan Harga Plastik Picu Tekanan Biaya Serius bagi UMKM

        DPR: Kenaikan Harga Plastik Picu Tekanan Biaya Serius bagi UMKM Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Lonjakan harga plastik yang mencapai lebih dari dua kali lipat mulai menekan pelaku usaha kecil di berbagai sektor. Kondisi ini membuat UMKM berada di posisi paling rentan di tengah gejolak biaya produksi yang terus meningkat.

        Anggota Komisi VI DPR RI Firnando Ganinduto menilai kenaikan tersebut bukan lagi sekadar fluktuasi biasa. Menurutnya, tekanan biaya yang terjadi saat ini sudah masuk kategori serius dan berisiko mengganggu keberlangsungan usaha kecil.

        “Ini bukan sekadar kenaikan harga biasa, tetapi sudah masuk kategori tekanan biaya yang serius bagi UMKM,” kata Firnando dikutip dari ANTARA.

        Di lapangan, pelaku UMKM menghadapi dilema yang tidak mudah. Mereka harus memilih antara menaikkan harga jual atau menanggung kerugian akibat margin yang terus tergerus.

        Kenaikan harga dinilai berisiko membuat konsumen beralih ke produk lain yang lebih murah. Sementara jika harga tidak dinaikkan, pelaku usaha harus menanggung beban biaya produksi yang semakin berat.

        Menurut Firnando, kondisi ini tidak boleh dibiarkan tanpa respons kebijakan yang jelas. Pemerintah dinilai perlu segera turun tangan untuk menjaga keseimbangan pasar.

        “Jika tidak segera diintervensi, dampaknya bisa meluas ke penurunan daya tahan usaha kecil dan berpotensi memicu inflasi sektor informal,” ujarnya.

        Peringatan ini menunjukkan bahwa dampak kenaikan harga plastik bisa meluas ke sektor ekonomi yang lebih luas.

        Lonjakan harga tersebut dipicu oleh gangguan pasokan global dan tekanan di industri petrokimia. Fenomena ini dikenal sebagai cost push inflation, di mana kenaikan biaya input memaksa produsen menanggung beban tambahan.

        Dalam situasi seperti ini, UMKM menjadi pihak yang paling terdampak. Keterbatasan daya tawar dan akses bahan baku membuat mereka sulit mencari alternatif.

        Firnando menilai pemerintah perlu mengambil langkah konkret untuk menstabilkan kondisi. Upaya tersebut mencakup pengawasan distribusi bahan baku hingga penguatan industri dalam negeri.

        Selain itu, percepatan impor bahan baku dinilai menjadi solusi jangka pendek untuk meredam tekanan harga. Kerja sama dengan negara pemasok diharapkan dapat mempercepat masuknya bahan baku ke pasar domestik.

        “Kementerian Perdagangan harus hadir lebih aktif dalam menjaga keseimbangan pasar,” ujar Firnando. Ia menegaskan bahwa peran pemerintah sangat penting dalam situasi seperti ini.

        Ia juga mengingatkan agar UMKM tidak terus menjadi pihak yang menanggung dampak gejolak global. Tanpa intervensi cepat, tekanan biaya dikhawatirkan akan semakin membebani pelaku usaha kecil.

        “Intervensi yang cepat dan tepat, termasuk percepatan impor bahan baku plastik dari negara produsen bahan baku plastik, sangat dibutuhkan agar stabilitas harga dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: