Kredit Foto: Azka Elfriza
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026, sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah tekanan harga energi global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan tersebut mencakup BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar, dengan mempertimbangkan kondisi harga minyak dunia serta arahan pemerintah untuk menahan dampak inflasi.
“Seperti yang sudah diumumkan pada tanggal 31 Maret lalu, pemerintah dan Pertamina sudah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026).
Airlangga menjelaskan, kebijakan ini disusun dengan asumsi harga minyak global masih berada dalam batas tertentu. Pemerintah menetapkan ambang batas rata-rata harga minyak dunia agar kebijakan tersebut tetap dapat dijalankan hingga akhir tahun.
“Selama harga minyak tidak lebih dari US$97 per barel secara rata-rata, maka harga BBM ini bisa kita pertahankan sampai bulan Desember tahun ini,” katanya.
Keputusan mempertahankan harga BBM subsidi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya di tengah meningkatnya volatilitas global akibat dinamika geopolitik dan lonjakan harga energi.
Menurut Airlangga, langkah tersebut juga ditujukan untuk menahan tekanan inflasi yang berpotensi meningkat akibat kenaikan harga energi, sekaligus menjaga konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah menilai, stabilitas harga BBM subsidi menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan yang paling terdampak oleh fluktuasi harga energi.
Baca Juga: Harga BBM Ditahan, APBN Siap Menanggung Lonjakan Beban Subsidi
Baca Juga: Harga BBM Ditahan, Mantan Menteri ESDM Ingatkan Risiko APBN Membesar
Baca Juga: Pertamina Tanggung Selisih Harga BBM, Daya Beli Masyarakat Terjaga
Di sisi lain, pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap kemungkinan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Airlangga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait kebijakan tersebut.
“Itu masih dikaji. Jadi nanti pada waktu pengkajian selesai, pasti akan disampaikan ke publik,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: