Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menkeu Purbaya Sebut Rencana Potong Gaji Menteri Jadi Langkah Solidaritas Hadapi Krisis

        Menkeu Purbaya Sebut Rencana Potong Gaji Menteri Jadi Langkah Solidaritas Hadapi Krisis Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai wacana pemotongan gaji menteri merupakan bentuk kepedulian jajaran kabinet terhadap kondisi ekonomi saat ini. Langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi anggaran negara guna merespons ketidakpastian global dan konflik di Timur Tengah.

        Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan kebijakan ini untuk memperkuat ketahanan APBN 2026. Selain itu, langkah penghematan di level pejabat tinggi diharapkan menjadi teladan bagi seluruh instansi pemerintah dalam menggunakan anggaran negara.

        "Kalau menteri sih tidak apa-apa," ujar Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (6/4/2026). Di samping itu, ia menegaskan kesiapan pribadinya jika kebijakan pemotongan pendapatan tersebut resmi diberlakukan oleh Presiden.

        Purbaya memprediksi besaran pemangkasan gaji menteri kemungkinan akan berada di angka 25 persen. Terlebih lagi, ia sempat melontarkan candaan mengenai kesediaannya sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan efisiensi pemerintah.

        “Nggak apa-apa, kan banyak duitnya. Potong berapa misalnya?” canda Menkeu saat ditanya mengenai dampak pribadi dari kebijakan tersebut. Selain itu, ia mengakui bahwa diskusi mengenai opsi ini sudah mulai dilakukan di internal pemerintahan.

        Keputusan final mengenai regulasi ini masih menunggu arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Di samping itu, Purbaya menyebut bahwa mekanisme teknis pemotongan tersebut belum dibahas secara mendalam dalam forum resmi.

        Sebagai bendahara negara, Purbaya memandang langkah ini sangat positif untuk menjaga kredibilitas pengelolaan fiskal nasional. Terlebih lagi, efisiensi di tingkat elit pemerintahan diharapkan mampu memberikan ruang anggaran yang lebih luas bagi program rakyat.

        Pemerintah berkomitmen untuk terus menyisir pos-pos belanja pegawai yang tidak berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi. Selain itu, transparansi hasil penghematan dari pemotongan gaji menteri akan dipastikan bermanfaat bagi publik.

        Baca Juga: Gaji Menteri Diperkirakan Dipotong 25% untuk Jaga Defisit APBN

        Wacana ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas nasional dalam menghadapi tantangan ekonomi yang semakin berat. Di samping itu, koordinasi lintas kementerian tetap berjalan intensif untuk memastikan stabilitas keuangan negara tetap terjaga.

        Keberlanjutan kebijakan penghematan ini akan menjadi indikator penting dalam kedisiplinan belanja pemerintah tahun ini. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap integritas para pemimpin negara diharapkan semakin meningkat di tengah situasi global yang dinamis.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: