Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BEI Tanggapi Rencana Go Private SUPR dan Kendala Pemenuhan Free Float

        BEI Tanggapi Rencana Go Private SUPR dan Kendala Pemenuhan Free Float Kredit Foto: BEI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Emiten Grup Djarum, PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berencana merubah status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private) dan penghapusan pencatatan saham-saham dari Bursa Efek Indonesia (delisting).

        Salah satu alasannya, Perseroan masih belum dapat memenuhi ketentuan minimum free float yang dipersyaratkan dan terdapat kemungkinan tidak dapat memenuhi ketentuan transisi minimum free float sebagaimana dimaksud dalam Surat Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia No. Kep-00045/BEI/03-2026.

        Terkait hal ini, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa rencana go-private dan voluntary delisting yang dilakukan SUPR merupakan keputusan strategis perusahaan setelah melalui evaluasi menyeluruh terhadap arah bisnis jangka panjang.

        "Berdasarkan evaluasi menyeluruh oleh manajemen perseroan atas strategi bisnis jangka panjang Perseroan dan Grup Perseroan dalam pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien, termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam Grup Perseroan," kata Nyoman kepada wartawan, dikutip Selasa (7/4/2026).

        Solusi Tunas Pratama sendiri merupakan entitas anak tidak langsung dengan kepemilikan mencapai 99,99 persen oleh PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), yang masih tercatat sebagai perusahaan publik di BEI.

        Dalam kaitannya dengan free float, Nyoman menegaskan bahwa Bursa hadir secara aktif dalam memberikan pendampingan kepada perusahaan tercatat. 

        Kendati begitu, dalam prosesnya ia juga memahami bahwa pemenuhan ketentuan ini membutuhkan atensi dan usaha khusus oleh Perusahaan Tercatat yang belum memenuhi. 

        Oleh karena itu, Bursa menyiapkan berbagai inisiatif, diantaranya yaitu sosialisasi berkala terkait free float dan aksi korporasi, sosialisasi terkait penguatan aspek bisnis dan operasional perusahaan tercatat.

        Baca Juga: Grup Djarum (SUPR) Mau Go Private, Saham Publik Siap Dibeli Rp45.000 per Lembar

        Baca Juga: EDGE Mau Angkat Kaki dari Bursa, Rencanakan Go Private dan Delisting

        Selain itu Bursa juga menyediakan hot desk pendampingan (one-on-one assistance) & konsultasi dalam rangka pemenuhan ketentuan free float serta pelaksanaan aksi korporasi termasuk road show perusahaan tercatat bertemu dengan investor (demand side).

        "Bursa juga secara aktif berkoordinasi dengan OJK dan asosiasi terkait dalam rangka memonitor dan memberikan dukungan pemenuhan free float oleh perusahaan tercatat," pungkas Nyoman.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: