Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pemerintah Brasil Tetapkan BYD Auto do Brasil Ltda Masuk 'Dirty List'

        Pemerintah Brasil Tetapkan BYD Auto do Brasil Ltda Masuk 'Dirty List' Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pemerintah Brasil resmi memasukkan perusahaan kendaraan listrik asal China, BYD, ke dalam daftar hitam ketenagakerjaan setelah ditemukan praktik kerja yang dinilai menyerupai perbudakan.

        Kementerian Tenaga Kerja Brasil pada Selasa (7/4/2026) mencantumkan BYD Auto do Brasil Ltda dalam pembaruan Cadastro de Empregadores atau "dirty list", yang berisi perusahaan dengan pelanggaran serius terhadap hak pekerja, demikian laporan dari South China Morning Post.

        Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari penyelidikan atas proyek pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik BYD di Camacari, Negara Bagian Bahia. Dalam operasi inspeksi yang dilakukan pada Desember 2024, otoritas menemukan berbagai pelanggaran berat terhadap standar ketenagakerjaan.

        Berdasarkan laporan kejaksaan tenaga kerja federal, para pekerja konstruksi yang didatangkan dari China dipaksa bekerja hingga tujuh hari dalam sepekan, termasuk pada hari libur nasional.

        Hasil inspeksi juga mengungkap kondisi hunian pekerja yang jauh dari layak. Tempat tidur hanya berupa bantalan tipis tanpa kasur, sementara makanan disimpan di lantai bersama barang pribadi. Area asrama dilaporkan dipenuhi tikus dan kecoa.

        Di salah satu lokasi, 31 pekerja harus berbagi satu kamar mandi. Kondisi ini memaksa mereka bangun sejak dini untuk mengantre sebelum berangkat kerja. Di area proyek, fasilitas sanitasi juga minim, dengan hanya delapan toilet kimia untuk seluruh pekerja.

        Petugas juga menemukan adanya pembatasan kebebasan pekerja. Sebanyak 107 paspor disita dan disimpan oleh pihak perusahaan. Selain itu, asrama dijaga ketat oleh petugas keamanan bersenjata, dan gerbang dikunci pada malam hari sehingga pekerja tidak dapat keluar tanpa izin.

        Dari sisi finansial, pekerja hanya menerima uang saku dalam jumlah kecil, kurang dari 200 dolar AS per bulan, dan pencairannya harus mendapat persetujuan atasan. Sekitar 60 persen upah dilaporkan ditahan dan ditransfer ke rekening di China.

        Penyelidikan juga menemukan dugaan penyalahgunaan visa. Para pekerja masuk ke Brasil menggunakan visa layanan teknis khusus yang seharusnya diperuntukkan bagi tenaga ahli, bukan buruh kasar.

        Praktik tersebut disebut melibatkan kontraktor JinJiang Construction Brazil Ltda dan Tecmonta Equipamentos Inteligentes Brasil. Namun, berdasarkan hukum Brasil, tanggung jawab tetap berada pada perusahaan utama, yaitu BYD.

        Sebelumnya, BYD menyatakan komitmennya terhadap perlindungan hak pekerja dan telah memutus kontrak dengan pihak kontraktor. Perusahaan juga menyepakati pembayaran kompensasi sebesar 40 juta real Brasil kepada para pekerja terdampak.

        Meski demikian, sanksi administratif tetap dijatuhkan. Nama BYD akan tercantum dalam daftar hitam setidaknya selama dua tahun, yang berpotensi membatasi akses perusahaan terhadap pembiayaan dari lembaga keuangan di Brasil.

        Pabrik di Camacari merupakan salah satu investasi besar BYD di Brasil dengan nilai mencapai 978 juta dolar AS dan kapasitas produksi awal 150.000 kendaraan listrik per tahun. Sejak masuk ke pasar Brasil pada 2022, BYD tercatat mendominasi pangsa pasar kendaraan listrik di negara tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: