- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Ikuti Jejak FTSE Russell, MSCI Diperkirakan Pertahankan Status Emerging Market RI
Kredit Foto: Muhammad Adimaja
Pelaku pasar menilai peluang Indonesia mengalami penurunan status menjadi frontier market dalam evaluasi indeks global MSCI relatif kecil. Penilaian ini seiring dengan berbagai reformasi yang telah dilakukan di pasar modal domestik.
Co-Founder PasarDana sekaligus praktisi pasar modal, Hans Kwee, memperkirakan MSCI akan mengambil langkah yang tidak jauh berbeda dengan FTSE Russell yang sebelumnya mempertahankan status Indonesia di kelompok pasar berkembang.
“Kemungkinan MSCI akan melakukan hal yang mirip dengan FTSE. Jadi kita tidak akan turun ke frontier market,” ujar Hans saat dihubungi Warta Ekonomi, Rabu (8/4/2026).
Meski demikian, perhatian pelaku pasar saat ini lebih tertuju pada potensi perubahan bobot Indonesia dalam indeks MSCI dibandingkan risiko penurunan klasifikasi. Hal ini berkaitan dengan kemungkinan arus dana keluar (outflow) akibat penyesuaian indeks.
Hans menjelaskan potensi outflow dinilai terbatas, mengingat investor asing sebelumnya telah cukup banyak melakukan aksi jual di pasar domestik.
“Dana asing yang keluar dari kita itu sudah cukup besar sebelumnya,” ujarnya.
Selain itu, porsi Indonesia dalam portofolio dana global berbasis indeks juga relatif kecil, sehingga dampak perubahan bobot terhadap arus modal global dinilai tidak signifikan.
Ia menambahkan nilai aset kelolaan (assets under management/AUM) pada sejumlah reksa dana berbasis MSCI maupun FTSE Russell juga telah mengalami penurunan, sehingga potensi dampak rebalancing terhadap pasar domestik menjadi lebih terbatas.
MSCI diperkirakan akan mengumumkan pandangan awal terhadap status pasar Indonesia pada akhir April atau Mei 2026, yang kemudian diikuti proses rebalancing indeks berdasarkan total nilai pasar.
“Pada Mei mereka akan menunjukkan rebalancing total value. Tapi relatif aman,” kata Hans.
Sebelumnya, FTSE Russell mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dan belum memasukkannya ke dalam daftar pemantauan (watch list) untuk perubahan klasifikasi.
Baca Juga: Saham Ini Berpotensi Turun Bobot Meski FTSE Pertahankan Status Indonesia
Baca Juga: IHSG Sesi I Terbang 3,39% ke 7.207 Susul Putusan FTSE dan Gencatan Senjata AS–Iran
Baca Juga: FTSE Russell Pertahankan Status Indonesia Sebagai Secondary Emerging Market
FTSE juga menyatakan terus memantau perkembangan reformasi integritas pasar modal Indonesia, khususnya terkait transparansi, perlindungan investor, dan tata kelola pasar.
“Pada tahap ini, status pasar berkembang sekunder Indonesia tetap tidak berubah,” tulis FTSE Russell dalam laporan yang diterbitkan pada 7 April 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: