Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Sesi I Terbang 3,39% ke 7.207 Susul Putusan FTSE dan Gencatan Senjata AS–Iran

IHSG Sesi I Terbang 3,39% ke 7.207 Susul Putusan FTSE dan Gencatan Senjata AS–Iran Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga akhir sesi pertama perdagangan Rabu, 8 April 2026. Berdasarkan data RTI, IHSG melejit 236,13 poin atau 3,39% ke level 7.207,15.

Penguatan indeks tersebut menyusul keputusan lembaga penyedia indeks global, FTSE Russell yang mempertahankan posisi pasar modal Indonesia dalam kategori Secondary Emerging Market atau pasar berkembang sekunder.

Keputusan ini memberikan kepastian bagi pelaku pasar domestik karena Indonesia terhindar dari penurunan status (downgrade) ke kelompok Frontier Market.

Dari mancanegara, Amerika Serikat mengumumkan adanya gencatan senjata dengan Iran. Hal ini menghentikan untuk sementara waktu perang kedua negara yang telah berlangsung lebih dari satu bulan lamanya di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan telah menyetujui penghentian sementara serangan terhadap Iran. Gencatan senjata sendiri akan berlangsung selama dua minggu, seiring diterimanya proposal gencatan senjata empat belas hari yang dimediasi oleh Pakistan.

Keputusan ini diambil setelah komunikasi dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir. Trump menyebut penangguhan serangan berlaku dengan syarat adanya pembukaan penuh dari Selat Hormuz.

"Mereka meminta saya untuk menahan kekuatan penghancur yang dikirim malam ini ke Iran. Teheran harus menyetujui pembukaan dari Selat Hormuz," kata Trump.

Pergerakan saham pada siang hari ini didominasi tren positif. Sebanyak 566 saham terapresiasi, 134 saham terkoreksi dan 114 saham lainnya stagnan. 

Seluruh sektor sumringah, bahan baku paling perkasa dengan lonjakan 7,18%. Diikuti industrial 4,63%, barang konsumen non primer 3,78%, infrastruktur 3,45%, transportasi 3,24%.

Sektor properti terapresiasi 2,73%, keuangan 2,43%, teknologi 2,14%, energi 2,05%, barang konsumen primer 1,67% dan sektor kesehatan menanjak 1,01%.

Baca Juga: Lo Kheng Hong Makin Agresif Borong Saham GJTL, Kepemilikan Tembus 6,30%

Baca Juga: BEI-KSEI Ungkap 9 Saham yang Masuk Kategori Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi

Hingga pertengahan hari ini, IHSG sudah membukukan nilai transaksi Rp12,99 triliun. Hal itu diperoleh dari adanya perdagangan 26,85 miliar lembar saham dengan frekuensi 1.437.591 kali. 

Di jajaran indeks LQ45, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi saham top gainers dengan kenaikan tajam 17,12% ke level Rp1.710. Disusul PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang meroket 10,48% ke Rp6.325 dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 8,83% ke Rp5.300.

Posisi top losers diduduki PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) ambruk -6,75% ke Rp1.520, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) ambles -5,21% ke Rp10.000 dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melorot -3,41% ke Rp2.830.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri