Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Paus Leo Serukan Akhiri 'Kegilaan' Operasi Amerika Serikat di Iran

        Paus Leo Serukan Akhiri 'Kegilaan' Operasi Amerika Serikat di Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Paus Leo kembali menyerukan kepada para pemimpin dunia untuk mengakhiri ambisi melakukan perang. Hal ini menyusul gencatan senjata selama dua minggu dan perundingan dari Iran dan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan.

        Paus Leo mendesak para pemimpin dunia untuk segera menghentikan eskalasi konflik. Hal ini menjadi seruan terbarunya untuk menghentikan perang dari Washington dan Teheran di Timur Tengah.

        Baca Juga: Trump Klaim Amerika Serikat Mulai Bersihkan Selat Hormuz: 28 Kapal Penebar Ranjau Iran Hancur!

        "Hentikan! Sudah waktunya untuk perdamaian! Duduklah di meja dialog dan mediasi, bukan di meja tempat persenjataan ulang direncanakan," kata Leo.

        Ia juga memperingatkan adanya delusi kekuasaan yang membuat situasi global semakin tidak stabil dan sulit diprediksi. Paus Leo juga secara khusus mengecam penggunaan bahasa agama untuk membenarkan konflik bersenjata.

        Nama Tuhan menurutnya tidak boleh digunakan untuk membenarkan kekerasan. Ia juga mengecam penggunaan retorika religius dalam perang karena mengancam nilai kemanusiaan secara global.

        "Keseimbangan dalam keluarga manusia telah sangat terganggu. Bahkan Nama Tuhan yang kudus, Tuhan kehidupan, sedang diseret ke dalam wacana perang," kata Leo.

        Paus juga mengungkap bahwa ia menerima banyak surat dari anak-anak dalam wilayah konflik. Surat-surat tersebut menggambarkan kengerian perang hingga penderitaan warga sipil akibat dampak kemanusiaan yang mendalam. Hal ini memperkuat seruannya agar perang segera dihentikan.

        "Cukup sudah pemujaan diri dan uang. Cukup sudah pameran kekuasaan! Cukup sudah perang!" kata Leo.

        Paus Leo menegaskan bahwa diplomasi harus menjadi jalan utama untuk mengakhiri konflik, bukan kekuatan militer. Seruan ini datang di tengah berlangsungnya negosiasi dari Iran dan Amerika Serikat.

        Pernyataan ini banyak dikaitkan dengan komentar pejabat dari Amerika Serikat. Dari Donald Trump hingga Pete Hegseth, keduanya diketahui sering kali menggunakan narasi keagamaan dalam konteks konflik dari Washington dan Teheran.

        Sebelumnya, Paus Leo mengecam keras ancaman kehancuran total dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ke Iran. Ia mengebut hal tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima oleh dunia.

        Leo mengecam ucapan dari Trump. Menurutnya ancaman untuk melenyapkan sebuah peradaban merupakan sebuah tindakan yang tidak dapat diterima oleh nurani maupun akal sehat.

        "Seperti yang kita ketahui bersama, hari ini ada ancaman terhadap seluruh rakyat dari Iran. Ini benar-benar tidak dapat diterima," kata Paus.

        Baca Juga: Kondisi Terkini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei: Terluka Parah hingga Kehilangan Satu Kaki

        Paus Leo menegaskan bahwa ancaman terhadap populasi sipil tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga menjadi persoalan moral global. Ia menilai perlindungan terhadap manusia, terutama warga sipil, harus menjadi prioritas utama dalam setiap konflik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: