Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Usai Diserang Trump, Paus Leo Kecam Pemimpin Neokolonial

        Usai Diserang Trump, Paus Leo Kecam Pemimpin Neokolonial Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Vatikan kembali mengecam kepala negara yang melakukan pelanggaran hukum internasional. Kecaman ini diduga dilontarkan kepada sosok dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

        Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo mengecam pelanggaran hukum internasional oleh kekuatan dunia yang ia sebut memiliki kecenderungan neokolonial. Pernyataan tersebut disampaikan hanya beberapa jam setelah ia dikritik oleh Trump.

        Baca Juga: Post Gambar Layaknya Juru Selamat, Trump Serang Paus Leo: Dia Lemah, Seharusnya Tak Jadi Pemimpin Gereja Katolik

        Paus Leo menegaskan pentingnya membangun tatanan dunia yang berlandaskan keadilan dan solidaritas. Menurutnya, situasi dunia tidak menentu akibat kecenderungan pemimpin negara yang saat ini ingin melakukan neokolonialisme.

        "Saat ini, hal ini lebih mendesak dari sebelumnya dalam menghadapi pelanggaran hukum internasional yang terus-menerus dan kecenderungan neokolonial," kata Leo.

        Meski tidak menyebut negara secara spesifik, pernyataannya dipandang sebagai kritik terhadap negara-negara besar yang terlibat dalam konflik global dan kebijakan luar negeri agresif, salah satunya adalah Trump.

        Istilah neokolonial merujuk pada praktik dominasi modern, baik secara ekonomi, politik, maupun militer, oleh negara kuat terhadap negara lain. Trump dalam hal ini dinilai banyak pihak telah melakukan pelanggaran hukum internasional dengan melancarkan serangan ke Iran.

        Sebelumnya Trump menyebut sang paus sebagai sosok yang lemah dan tidak memiliki kemampun untuk berpolitik dalam ranah internasional. Ia juga menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.

        "Paus Leo lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Saya tidak menginginkan seorang paus yang mengkritik presiden karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih di Amerika Serikat," ungkap Trump.

        Trump juga mengatakan bahwa seharusnya posisi paus tak dimiliki oleh Leo. Menurutnya, Leo terpiliha karena dia merupakan warga negara dari Amerika Serikat. Vatikan menurutnya memilik sosok tersebut khusus untuk menahan ambisi dari Amerika Serikat.

        "Leo seharusnya bersyukur karena, seperti yang semua orang tahu, dia adalah kejutan yang mengejutkan. Dia tidak ada dalam daftar calon paus, dan hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang dari Amerika. Mereka berpikir itu akan menjadi cara terbaik untuk menghadapi saya," tegas Trump.

        Trump juga mengatakan bahwa jika dirinya bukan seorang presiden, maka gereja tidak mungkin memilih sosok dari Leo. Ia mengatakan bahwa sang paus harus segera memperbaiki sikapnya untuk fokus dengan urusan dari Gereja Katolik.

        Baca Juga: Trump: Iran Menelepon, Ingin Buat Kesepakatan dengan Amerika Serikat

        "Leo harus memperbaiki perilakunya sebagai paus, menggunakan akal sehat dan fokus untuk menjadi paus yang hebat, bukan seorang politisi. Hal itu sangat merugikannya dan, yang lebih penting, merugikan Gereja Katolik," ungkap Trump.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: