Blokade Selat Hormuz, Amerika Serikat Remehkan Kapal Cepat Iran: Bukan Ancaman
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengendorkan manuvernya dalam memblokade wilayah dari Selat Hormuz. Pihaknya siap melawan serangan yang diberikan oleh Iran di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memperingatkan bahwa kapal cepat milik negara tersebut akan dihancurkan jika mendekati blokade maritim yang diberlakukannya di Selat Hormuz. Meski demikian, menurutnya kapal-kapal bersebut bukan ancaman besar untuk armada dari Washington.
Baca Juga: Soal Kelanjutan Negosiasi Iran-Amerika Serikat, Wapres Trump: Bola Ada di Teheran
"Yang belum kami serang adalah sejumlah kecil kapal yang mereka sebut 'kapal serang cepat,' karena kami tidak menganggapnya sebagai ancaman besar," katanya.
Ia menyamakan pendekatan tersebut dengan operasi militernya terhadap kapal penyelundup narkoba dalam laut di Karibia. Ia juga menyampaikan peringatan keras terhadap kapal “fast-attack” yang masih tersisa milik Iran.
"Peringatan: Jika ada kapal-kapal ini mendekati blokade kami, mereka akan segera dieliminasi, menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kami gunakan terhadap para pengedar narkoba di kapal-kapal di laut. Ini cepat dan brutal," kata Trump.
Washington menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan mereka “memeras dunia” melalui kontrol atas jalur energi strategis tersebut. Iran diketahui berencana untuk menerapkan tarif bagi kapal yang ingin melewati jalur dari Selat Hormuz.
Trump juga mengklaim bahwa angkatan laut musuhnya telah “hancur total” dalam perang selama enam minggu terakhir antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, negara tesebut sudah tak memiliki kemampuan untuk memberikan ancaman ke Washington.
Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa pihaknya akan mulai memblokade wilayah dari Selat Hormuz. Hal tersebut menyusul kegagalan negosiasi untuk menghentikan konflik dari Washington dan Iran.
Trump juga menyatakan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan terhadap kapal mana pun yang membayar biaya atau “toll” kepada Iran. Ia menegaskan ketidaksukaannya terhadap rencana penerapan tarif terhadap kapal yang ingin melintasi jalur dari Selat Hormuz.
Adapun Komando Pusat Militer Amerika Serikat atau U.S. Central Command (CENTCOM) sendiri menegaskan bahwa blokade akan diberlakukan secara menyeluruh dan tanpa pengecualian terhadap kapal dari semua negara. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah lanjutan dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Mereaka juga juga mengumumkan bahwa pihaknya mulai melakukan persiapan untuk operasi pembersihan ranjau laut dalam wilayah dari Selat Hormuz.
Operasi tersebut melibatkan dua kapal perusak berpeluru kendali milik Angkatan Laut Amerika Serikat. USS Frank E. Peterson (DDG 121) dan USS Michael Murphy (DDG 112) dikerahkan dan dilaporkan telah melintasi wilayah dari Selat Hormuz.
Pasukan Garda Revolusi Iran membalas hal itu dengan memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati wilayahnya akan dianggap melanggar gencatan senjata dua pekan dengan Amerika Serikat.
Iran menegaskan bahwa pelanggaran tersebut akan ditindak secara keras dan tegas. Selat Hormuz ditegaskannya berada di bawah kendali penuh dan manajemen angkatan laut dari Teheran. Pihaknya juga menegaskan jalur tersebut tetap dibuka untuk kapal non-militer dan pelayaran komersial selama mereka mengikuti aturan yang ditetapkan.
Baca Juga: Akan Terus Kecam Operasi Amerika Serikat, Balasan Paus Leo ke Trump: Jangan Salahgunakan Pesan Injil
"Selat tersebut berada di bawah kendali dan 'manajemen cerdas' dari Iran. Selat tersebut terbuka untuk jalur aman bagi kapal non-militer sesuai dengan peraturan khusus," kata Garda Revolusi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: