Soal Kelanjutan Negosiasi Iran-Amerika Serikat, Wapres Trump: Bola Ada di Teheran
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Amerika Serikat menyatakan telah mencapai kemajuan signifikan dalam perundingan dengan Iran. Namun Teheran akan menjadi penentu hasil akhir upaya mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari satu bulan lamanya di Timur Tengah.
Wakil Presiden Amerika Serikat, James David Vance mengatakan bahwa keputusan untuk melanjutkan negosiasi kini berada di Teheran. Vance menegaskan bahwa pihaknya telah mengajukan berbagai proposal dalam perundingan tersebut.
Baca Juga: Trump: Iran Menelepon, Ingin Buat Kesepakatan dengan Amerika Serikat
“Apakah kita akan melakukan pembicaraan lebih lanjut, apakah kita akhirnya mencapai kesepakatan, saya benar-benar berpikir bola ada di tangan mereka karena kita telah mengajukan banyak hal,” kata Vance.
Vance menekankan bahwa kesepakatan hanya dapat tercapai jika negara tersebut memenuhi “garis merah” tuntutannya, terutama terkait ambisi nuklir. Menurutnya, jika syarat tersebut dipenuhi, kesepakatan berpotensi menguntungkan kedua pihak.
Pembukaan Selat Hormuz juga menjadi bagian penting dalam negosiasi. Amerika Serikat berharap adanya kemajuan dalam menjamin kelancaran jalur pelayaran penting dalam kawasan tersebut.
Vance memperingatkan bahwa arah negosiasi dapat berubah jika tak ada langkah konkret dari Iran. Hal ini menandakan tekanan tetap diberikan meski ada klaim kemajuan dalam pembicaraan.
Sebelumnya, Pembicaraan Islamabad gagal membuatkan kesepakatan antara Washington dan Teheran. Ia sendiri merupakan pertemuan langsung pertama dalam lebih dari satu dekade dari Iran dan Amerika Serikat. Ia juga merupakan dialog tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam Iran 1979
Namun, perundingan tersebut gagal menghasilkan kesepakatan konkret untuk mengakhiri konflik. Menurut Washington, Iran menolak sejumlah tuntutan utama antara lain menghentikan seluruh pengayaan uranium, membongkar fasilitas nuklir utama dan menyerahkan stok uranium yang telah diperkaya.
Amerika Serikat diketahui juga meminta mereka untuk menghentikan dukungan terhadap kelompok seperti Hamas, Hezbollah dan Houthi. Ia juga menuntut adanya pembukaan penuh akses dari Selat Hormuz.
Iran di sisi lain melaporkan tuntutan yang berlebihan dari Amerika Serikat. Hal tersebut menjadi penghambat utama tercapainya kesepakatan. Neberapa isu sebenarnya telah mencapai titik temu, namun dua hal utama masih menjadi ganjalan yakni program nuklir hingga kontrol dan akses dari Selat Hormuz.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf mengkritik sikap dari Amerika Serikat. Menurutnya, Washington adalah penyebab kegagalan negosiasi damai yang dijalankan keduanya di Islamabad, Pakistan.
Baca Juga: Usai Diserang Trump, Paus Leo Kecam Pemimpin Neokolonial
Menurut Qalibaf, Amerika Serikat telah gagal membangun kepercayaan dalam perundingan kedua negara. Ia menyebut timnya telah menawarkan berbagai inisiatif “berpandangan ke depan”, namun hal tersebut malah direspons dengan agenda berbeda yang menghambat kesepakatan dari Washington.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement