Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Perlu Antre, BPJS Hadirkan Layanan Chatbot dan WhatsApp 24 Jam

        Tak Perlu Antre, BPJS Hadirkan Layanan Chatbot dan WhatsApp 24 Jam Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        BPJS Kesehatan mempercepat transformasi digital layanan administrasi melalui peluncuran program Quick Wins yang menargetkan respons cepat dan efisiensi layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam 100 hari kerja pertama direksi periode 2026–2031.

        Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat dan solutif.

        “Program customer centric kami kembangkan secara khusus untuk mengakomodasi kebutuhan fundamental peserta JKN yang dirumuskan dengan menjaring aspirasi masyarakat. Harapan masyarakat sama, yaitu bisa direspons dengan cepat dan solutif apabila mereka menemui masalah saat mengakses layanan administrasi atau layanan kesehatan,” ujarnya dalam acara peluncuran layanan PANDAWA 24 jam (Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp) dan kick-off Quick Winsdireksi di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).

        Salah satu inovasi utama dalam program ini adalah layanan administrasi selama 24 jam penuh melalui WhatsApp. Sebelumnya, layanan tersebut hanya tersedia pada jam kerja.

        Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menambahkan bahwa peningkatan layanan juga diiringi dengan standar waktu respons yang lebih cepat.

        “Di samping layanan PANDAWA 24 jam, kami juga berkomitmen menghadirkan layanan prioritas dengan standar waktu layanan kurang dari lima menit. Kami menjamin layanan prioritas ini akan direspons dalam waktu kurang dari lima menit oleh petugas PANDAWA,” ujarnya.

        Layanan prioritas yang difokuskan meliputi penambahan anggota keluarga bagi bayi baru lahir, pengaktifan kembali status kepesertaan, serta perubahan atau perbaikan data.

        “Yang jelas, kami akan membantu perpindahan segmen, dari yang tidak aktif menjadi aktif, dari peserta PBI menjadi mandiri. Itu menjadi prioritas dalam quick wins, sehingga kami mengedepankan respons cepat yang solutif,” katanya.

        Baca Juga: Defisit Rp2 T per Bulan, Bos BPJS Kesehatan Prediksi Tahun 2027 Bakal Gagal Bayar

        Baca Juga: Suntikan Rp20 Triliun Jadi Andalan BPJS Kesehatan untuk Jaga JKN

        Selain itu, BPJS Kesehatan juga menghadirkan fitur chatbot untuk menjawab pertanyaan umum secara otomatis guna mempercepat proses layanan dan meningkatkan efisiensi administrasi.

        “Fiturnya tentu dengan adanya digitalisasi, kami bekerja sama dengan pihak ketiga. Yang jelas, layanan chatbot ini mempermudah dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan umum yang sering diajukan peserta,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: