Selesai Kritik Paus Leo, Amerika Serikat Kembali Dibuat Heboh Unggahan Trump
Kredit Foto: Instagram/Donald Trump
Amerika Serikat kembali dibuat heboh menyusul masih berlanjutnya perseteruan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Pope Leo XIV. Hal ini memicu kemarahan publik terhadap sang presiden di Washington.
Trump baru-baru ini kembali memicu kontroversi setelah mengunggah gambar yang menampilkan dirinya dipeluk sosok dari Yesus Kristus. Gambar tersebut diunggah ulang melalui akun sosial pribadinya di Truth Social.
Baca Juga: Usai Dikecam Trump, Paus Leo Kini Peringatkan Bahaya Demokrasi Berubah Jadi 'Tirani Mayoritas'
Unggahan kali ini berbeda dengan sebelumnya di mana ia memposting langsung post serupa. Trump kali ini merepost unggahan akun lain, namun menambahkan keterangan bahwa postingan terkait tidak disukai oleh kelompok kiri radikal.
“Kelompok kiri radikal mungkin tidak menyukainya, tapi menurut saya ini sangat bagus," kata Trump di Truth Social.
Namun unggahan awal bahkan menyertakan kalimat “God might be playing his Trump card!” yang merupakan permainan kata, di mana hal tersebut merujuk kepada Trump.
Unggahan tersebut langsung memicu reaksi yang beragam, namun relatif tenang dari postingan sebelumnya. Meski demikian, sejumlah tokoh politik dan agama tetap memberikan tanggapan karena unggahan terkait masih terkait dengan perseteruan dari Trump dan Paus Leo.
Ketua Knights of Columbus, Patrick Kelly menyatakan dukungan terhadap Paus Leo. Organisasi Katolik terbesar di dunia itu menegaskan bahwa wajar jika pesai damai disuarakan oleh seorang tokoh religius.
“Paus secara konsisten menyerukan perdamaian, dialog dan pengendalian diri di dunia yang dilanda konflik," katanya.
Adapun Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Mike Johnson menyatakan bahwa dirinya terkejut dengan unggahan dari Trump. Namun menurutnya, kritik terhadap paus merupakan hal yang wajar karena ia turut membahas isu politik.
Sebelumnya, Trump melontarkan kritik terhadap Pope Leo XIV. Ia menegaskan bahwa tokoh religius tersebut harusnya melihat ancaman dari jika senjata nuklir dimiliki oleh mereka. Ia juga menyebut bahwa puluhan ribu warga sipil tewas akibat represi terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh Teheran.
"Bisakah seseorang memberi tahu paus bahwa mereka telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata dan tidak bersalah dalam dua bulan terakhir, dan bahwa memiliki bom nuklir sama sekali tidak dapat diterima," kata Trump.
Trump juga menyebut sang paus sebagai sosok yang lemah dan tidak memiliki kemampun untuk berpolitik dalam ranah internasional. Ia juga menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.
Namun Paus Leo, alih-alih marah, malahmemberikan balasan yang menohok. Pope Leo menegaskan bahwa dirinya akan terus menyuarakan penolakan terhadap perang, meski mendapat serangan langsung dari Trump. Ia menekankan bahwa misinya adalah mendorong perdamaian dan dialog global, bukan terlibat dalam perdebatan politik.
Terbaru, ia memperingatkan bahwa demokrasi berisiko tergelincir menjadi “tirani mayoritas” jika tidak berakar pada nilai moral. Menurutnya, demokrasi hanya dapat tetap sehat jika didukung oleh fondasi moral yang kuat. Tanpa hal itu, demokrasi menurutnya hanya menjadi kendaraan bagi oligarki.
Baca Juga: Diskusi Sedang Berlangsung, Ini Kata Gedung Putih Soal Negosiasi Iran-Amerika Serikat
"Tanpa landasan ini, (demokrasi) berisiko menjadi tirani mayoritas atau topeng bagi dominasi elit ekonomi dan teknologi," kata Leo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: