Kredit Foto: Istock photo
Ratusan warga menggelar aksi unjuk rasa langka di Hong Lim Park, Singapura pada akhir pekan lalu. Mereka berkumpul untuk menyuarakan kecaman keras terhadap Amerika Serikat (AS), yang mereka sebut sebagai "mesin perang".
Menurunnya sentimen positif publik belakangan ini memunculkan spekulasi mengenai masa depan hubungan diplomatik kedua negara.
Namun, para pakar menilai bahwa sentimen negatif publik tersebut tidak serta-merta berimbas pada memburuknya hubungan bilateral. Hingga saat ini, posisi Washington dinilai masih menjadi mitra strategis yang penting bagi Singapura.
Laporan dari South China Morning Post menyebut aksi demonstrasi di Singapura ini terbilang langka, mengingat ketatnya aturan penyampaian pendapat di negara tersebut di mana pihak penyelenggara diwajibkan untuk mengantongi izin resmi dari otoritas setempat.
Dalam aksinya, massa tampak membawa berbagai spanduk dan poster bernada protes. Salah satu poster yang menyita perhatian menampilkan karikatur para Presiden AS baik di masa lalu maupun saat ini yang digambar memiliki tanduk, disertai tulisan tajam yang berbunyi: "Seperti inilah rupa teroris."
Aksi protes di Singapura ini diyakini mencerminkan tren memburuknya persepsi publik terhadap AS yang kini meluas di seluruh kawasan.
SCMP menghubungkan pergeseran sentimen ini dengan persepsi masyarakat yang memandang bahwa peran Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir cenderung memicu ketidakstabilan global dan semakin tidak dapat diandalkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: