Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menkeu Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Butuh Bantuan IMF Meski Global Tidak Pasti

        Menkeu Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Butuh Bantuan IMF Meski Global Tidak Pasti Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Indonesia saat ini tidak membutuhkan bantuan pendanaan dari Dana Moneter Internasional (IMF). Kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diklaim masih sangat kuat untuk menghadapi tantangan ekonomi mendatang.

        Pemerintah saat ini memiliki bantalan fiskal berupa Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai angka Rp 420 triliun. Selain itu, cadangan dana tersebut dinilai cukup besar untuk memitigasi risiko akibat dinamika pasar keuangan internasional.

        “Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena anggaran kita cukup baik,” ujar Purbaya dalam pernyataan resminya, Jumat (17/4/2026). Di samping itu, pernyataan tersebut disampaikan usai melakukan pertemuan dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva di Amerika Serikat.

        Pihak IMF mengonfirmasi bahwa ketidakpastian global masih akan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan. Terlebih lagi, situasi tersebut dipicu oleh konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang belum mereda.

        Meskipun kondisi global memburuk, ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diklaim sedang mengalami percepatan. Selain itu, kebijakan yang telah diubah sejak akhir tahun lalu terbukti mampu meredam tekanan eksternal secara efektif.

        IMF dilaporkan merasa heran dengan kemampuan Indonesia untuk tetap bertahan di tengah krisis energi dunia. Di samping itu, percepatan ekonomi domestik mampu mengimbangi dampak negatif dari lonjakan harga minyak mentah global.

        Purbaya menjelaskan bahwa Indonesia sudah memiliki kesiapan matang dalam menyerap berbagai guncangan ekonomi. Terlebih lagi, stabilitas fiskal tetap menjadi prioritas utama pemerintah guna menjaga kepercayaan pasar internasional.

        Baca Juga: Di Depan S&P, Purbaya Sebut Defisit APBN Turun ke 2,8%

        IMF menegaskan bahwa mereka tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian global secara langsung. Selain itu, lembaga moneter tersebut hanya berperan dalam menyediakan dana bantuan bagi negara-negara yang mengalami krisis keuangan serius.

        Pemerintah Indonesia optimistis dapat melewati masa sulit melalui penguatan fundamental ekonomi di dalam negeri. Di samping itu, optimalisasi sumber pendapatan domestik terus ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan pada pembiayaan luar negeri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: