Kredit Foto: Kementerian Keuangan
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mencatat realisasi penyaluran Penugasan Khusus Ekspor (PKE) trade finance mencapai Rp7,68 triliun sepanjang 2025.
Program ini dijalankan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 50 Tahun 2025 sebagai penugasan kepada LPEI untuk menyediakan fasilitas trade finance guna mendukung ekspor produk dan komoditas unggulan Indonesia.
Direktur Pelaksana Bisnis II Indonesia Eximbank, Sulaeman, mengungkapkan bahwa sektor makanan olahan mendominasi penyaluran PKE trade finance.
“Sektor makanan olahan menjadi portofolio terbesar dalam PKE trade finance, dengan porsi mencapai 39% atau sebanyak 31 debitur,” kata Sulaeman dalam media gathering di Gresik, Jawa Timur, dikutip Senin (20/4/2026).
Saat ini, fasilitas PKE trade finance telah menjangkau 18 sektor industri dan komoditas, antara lain produk karet, kopi, furnitur, alas kaki, tekstil dan produk tekstil, perhiasan, teh dan rempah, hingga produk elektronik, kimia, serta komponen otomotif.
Sulaeman menambahkan, hingga 2025 para eksportir telah memanfaatkan fasilitas ini dengan total limit Rp3,35 triliun. Selain mendorong pembiayaan ekspor, program ini juga memberikan dampak signifikan terhadap perolehan devisa.
Ia menjelaskan bahwa setiap Rp1 pembiayaan dari PKE trade finance mampu menghasilkan dampak ekspor berupa penciptaan atau penghematan devisa sebesar Rp2,75.
“Dengan demikian, PKE trade finance telah menciptakan atau menghemat devisa sebesar Rp21,12 triliun pada 2025,” ujarnya.
Baca Juga: Pembiayaan Rp13,7 Triliun Jaga Ekspor, tapi Risiko Biaya Mengintai
Baca Juga: Melesat 26,4%, Ekspor CPO Capai US$4,69 Miliar pada Awal 2026
Dari sisi pendanaan, total Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dialokasikan untuk program PKE mencapai Rp13,7 triliun. Dana tersebut disalurkan ke dalam sembilan program strategis, mencakup sektor alat transportasi, farmasi dan alat kesehatan, pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, destinasi wisata superprioritas, penerbangan, kawasan nontradisional, trade finance, UMKM, hingga penjaminan dan asuransi.
Secara keseluruhan, total penyaluran PKE sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp13,48 triliun. Program ini turut berkontribusi terhadap devisa sebesar US$2,24 miliar atau setara Rp37,06 triliun, dengan melibatkan 27 eksportir yang menembus pasar di lebih dari 90 negara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri