Kredit Foto: Istimewa
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong sektor jasa keuangan agar berperan aktif dalam pengembangan ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelepasan ekspor produk turunan kelapa dan sejumlah komoditas lainnya di Kantor OJK Provinsi Sumatera Selatan, Selasa.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua OJK Hernawan Bekti Sasongko, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta Anggota Komisi XI DPR RI Bertu Merlas. Pelepasan ekspor tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Sultan Muda XporA 2026.
Dalam kegiatan tersebut, produk yang dilepas mencakup coconut shell charcoal sebanyak 46 ton, coconut chips 25 ton, lada hitam 500 kilogram, serta produk olahan kerupuk 21 ton dengan total nilai mencapai Rp1,6 miliar. Komoditas tersebut ditujukan ke pasar ekspor seperti China, Taiwan, dan Prancis.
Hernawan menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada ekspor, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran daerah sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED).
“Pada pelaksanaan kegiatan ini, kita tidak hanya bicara tentang ekspor dan pemberdayaan UMKM, tetapi juga mendorong peran daerah sebagai motor pertumbuhan Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, program PED sejalan dengan prioritas pemerintah, termasuk dalam mendorong kedaulatan pangan. OJK akan terus memperluas cakupan wilayah serta meningkatkan variasi komoditas unggulan sesuai karakteristik daerah.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Selatan, Arifin Susanto, menambahkan bahwa capaian ekspor ini mencerminkan peningkatan daya saing daerah melalui pendekatan pembinaan berkelanjutan, hilirisasi, serta integrasi akses ke sektor jasa keuangan.
Ia menjelaskan, sektor jasa keuangan berperan penting dalam mendukung rantai usaha, mulai dari produksi hingga pemasaran global, melalui skema pembiayaan seperti trade finance dan Letter of Credit (L/C), serta perlindungan risiko melalui asuransi.
Gubernur Herman Deru menyambut baik program tersebut dan menilai sinergi antara OJK, pemerintah daerah, serta pelaku usaha mampu melahirkan wirausaha muda yang produktif dan kompetitif.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan mampu melahirkan Sultan Muda baru di masa mendatang,” kata Herman.
Sementara itu, Bertu Merlas menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk memastikan efektivitas pengembangan ekonomi daerah. Ia juga mengapresiasi capaian Sumatera Selatan yang mencatatkan nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor.
Program Sultan Muda XporA 2026 merupakan bagian dari inisiatif 100.000 Sultan Muda Sumatera Selatan yang bertujuan mendorong kewirausahaan, menciptakan lapangan kerja, serta mengembangkan industri kreatif.
Baca Juga: Premi Unit Link Tumbuh 5,17%, OJK Sebut Masih Jadi Penopang Industri Asuransi Jiwa
Sebagai bentuk dukungan konkret, OJK juga menghadirkan Sultan Muda Sumsel Center (SMSC) yang berfungsi sebagai pusat pelatihan, inkubasi, dan penghubung bisnis bagi pengusaha muda agar dapat memperluas pasar dan mengakses layanan keuangan.
Dalam kesempatan yang sama, turut dilakukan peresmian rebranding logo Sultan Muda Sumatera Selatan, peluncuran Sultan Muda HIPMI Card, pembentukan pusat kolaborasi “Sumsel Maju Terus Untuk Semua”, serta rapat koordinasi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
Selain itu, secara simbolis diserahkan pembiayaan komoditas unggulan sebesar Rp869,29 miliar serta Letter of Credit ekspor senilai 209.723 dolar AS oleh lima bank, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: