Harga Plastik Melonjak, Pemerintah Cari Jalan Keluar Diversifikasi hingga Substitusi
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Lonjakan harga kemasan plastik mulai terasa sebagai dampak lanjutan dari konflik geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat-Israel.
Kondisi ini berpotensi menekan biaya produksi berbagai barang konsumsi dan pada akhirnya berdampak ke harga yang dibayar masyarakat.
Kenaikan tersebut tidak berdiri sendiri karena plastik menjadi komponen penting dalam rantai distribusi produk, terutama pangan dan kebutuhan sehari-hari. Ketika harga kemasan naik, pelaku industri berisiko menyesuaikan harga jual sehingga efeknya bisa meluas ke tingkat konsumen.
Di tengah tekanan tersebut, pemerintah mulai menyusun langkah untuk meredam dampak yang lebih besar. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menilai koordinasi lintas kementerian menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi ini.
“Secara keseluruhan tentunya dibutuhkan sinergitas lintas kementerian, baik itu kami di Kemendag maupun kementerian lainnya untuk mencarikan solusi terbaiknya,” ujarnya dikutip dari ANTARA.
Ia menegaskan bahwa penanganan tidak bisa dilakukan secara sektoral karena menyangkut rantai pasok yang luas.
Salah satu penyebab utama kenaikan harga plastik berasal dari bahan baku nafta yang banyak dipasok dari kawasan Timur Tengah. Ketegangan global membuat jalur distribusi terganggu dan memicu persaingan antarnegara dalam mendapatkan pasokan tersebut.
“Plastik itu menjadi lebih mahal dikarenakan ada bahan yang terkandung di dalamnya, misalnya nafta yang dibutuhkan,” kata Roro.
Situasi ini membuat biaya logistik meningkat dan waktu pengiriman menjadi lebih panjang dari biasanya.
Sebagai respons, pemerintah mulai mencari alternatif sumber pasokan dari berbagai wilayah guna menjaga stabilitas harga.
“Kita berupaya sourcing dari beberapa wilayah agar bahan baku nafta bisa terpenuhi sehingga harga plastik semakin stabil,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah juga mendorong penggunaan bahan substitusi sebagai alternatif kemasan plastik untuk mengurangi ketergantungan. Langkah ini dinilai penting agar tekanan global tidak sepenuhnya berdampak ke dalam negeri.
Roro mengakui gejolak geopolitik saat ini tidak hanya berdampak pada plastik, tetapi juga merembet ke sektor energi dan komoditas lain. Namun pemerintah berupaya memastikan dampaknya tetap terkendali melalui kebijakan yang adaptif.
“Kondisi geopolitik seperti ini tentunya tidak mudah, tetapi kami berupaya menghadirkan solusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Pemerintah Jajaki Impor Kemasan Beras dari Malaysia Imbas Lonjakan Harga Plastik
Ia menambahkan bahwa stabilitas ekonomi domestik tetap dijaga agar tekanan global tidak terlalu membebani masyarakat.
Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah berharap lonjakan harga plastik tidak berkembang menjadi tekanan inflasi yang lebih luas.
Di sisi lain, situasi ini menjadi pengingat bahwa gejolak global dapat dengan cepat merembet hingga ke kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: