Tech Winter Belum Berakhir, Industri Modal Ventura Masih Tertekan
Kredit Foto: Azka Elfriza
Otoritas Jasa Keuangan mencatat laba industri modal ventura mencapai Rp53,05 miliar per Februari 2026 di tengah perubahan arah investasi dan tekanan global.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan perubahan perilaku investor menjadi faktor utama yang membentuk kinerja industri saat ini. Menurutnya, investor kini cenderung lebih selektif dalam menempatkan dana.
“Laba industri modal ventura pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp53,05 miliar. Kinerja tersebut antara lain dipengaruhi dinamika perekonomian yang mendorong investor menjadi lebih selektif dan menggeser fokus investasi menuju profitabilitas serta keberlanjutan,” ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Jumat (24/4/2026).
Perubahan tersebut menandai pergeseran strategi industri dari ekspansi agresif menuju pendekatan yang lebih hati-hati dengan penekanan pada model bisnis yang mampu menghasilkan keuntungan jangka panjang.
Di sisi lain, industri modal ventura masih menghadapi tekanan eksternal yang signifikan. Agusman menyebut fenomena tech winter dan volatilitas pasar sebagai tantangan utama yang berpotensi memengaruhi kinerja industri ke depan.
“Industri modal ventura juga menghadapi tantangan berupa fenomena tech winter dan volatilitas pasar yang berdampak pada valuasi serta exit strategy, sehingga dapat memengaruhi kinerja modal ventura ke depan,” katanya.
Baca Juga: Denda Rp755 Miliar Bikin Ketar-ketir, OJK Pantau Ketat Industri Pindar
Baca Juga: OJK Bongkar Masalah Besar Industri Pegadaian, Modal dan Operasional Jadi Batu Sandungan
Baca Juga: Target Rampung Akhir April, OJK Ungkap ETF Emas Telah Masuk Tahap Final
Tekanan tersebut tidak hanya berdampak pada penurunan valuasi perusahaan rintisan, tetapi juga mempersempit peluang exit bagi investor, baik melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) maupun aksi korporasi lainnya.
Dari sisi penyaluran dana, portofolio pembiayaan modal ventura masih terkonsentrasi pada sektor perdagangan. Hingga Februari 2026, sektor tersebut mendominasi dengan porsi outstanding mencapai 49,95% atau setara Rp8,55 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: