SMBC Indonesia Cetak Laba Rp456 Miliar di Q1-2026, Penyaluran Kredit Rp191,8 Triliun
Kredit Foto: Istimewa
PT Bank SMBC Indonesia Tbk (SMBC Indonesia) membuka tahun 2026 dengan kinerja yang solid, baik secara konsolidasi maupun entitas bank. Sinergi dengan anak usaha menjadi kunci dalam memperkuat penetrasi ke berbagai segmen ritel dan bisnis.
Secara konsolidasi, laba bersih setelah pajak yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp456 miliar. Sementara itu, laba bersih bank saja juga menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 6,5% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp221 miliar, mencerminkan kekuatan bisnis inti yang tetap terjaga.
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menegaskan bahwa capaian ini ditopang oleh pertumbuhan kredit yang sehat serta penguatan struktur pendanaan.
“Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” jelas Henoch.
Hingga akhir Maret 2026, penyaluran kredit SMBC Indonesia mencapai Rp191,8 triliun, tumbuh 2,0% yoy. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh berbagai segmen.
Mulai dari kredit korporasi dan komersial yang naik 4,1% yoy, kredit dari Jenius (di luar Digital Micro) yang melesat 12,0% yoy, hingga pembiayaan Grup OTO yang tumbuh 5,0% yoy. Pembiayaan dari BTPN Syariah juga mencatat kenaikan 3,7% yoy.
Di sisi kualitas aset, Perseroan berhasil menekan biaya kredit sebesar 7,9% yoy menjadi Rp1,2 triliun. Hal ini mencerminkan penerapan manajemen risiko kredit yang disiplin serta strategi pencadangan yang memadai untuk menjaga kualitas portofolio.
Tak hanya itu, total aset SMBC Indonesia turut meningkat 4,1% yoy menjadi Rp250,0 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh lonjakan aset likuid sebesar 22,2% yoy, terutama dari penempatan pada surat berharga.
Kontribusi anak usaha juga memperkuat kinerja grup. BTPN Syariah mencatat laba bersih Rp319 miliar atau tumbuh 2,8% yoy dengan pembiayaan mencapai Rp10,6 triliun. Sementara Grup OTO mencetak lonjakan laba bersih 45,5% yoy menjadi Rp113 miliar.
Dari sisi pendanaan, SMBC Indonesia mencatat peningkatan signifikan pada dana murah (CASA). Saldo CASA melonjak 40,6% yoy menjadi Rp59 triliun dari Rp41,9 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Rasio CASA pun naik dari 35,7% menjadi 44,1%.
“Peningkatan CASA ini memperkuat struktur pendanaan Perseroan serta mendukung efisiensi biaya dana, sehingga kinerja dapat tetap terjaga secara berkelanjutan,” ujar Henoch.
Baca Juga: SMBC Indonesia Bagikan Dividen Rp101 Miliar dari Laba 2025
Pertumbuhan CASA didorong oleh aktivitas nasabah di segmen korporasi, komersial, serta usaha kecil dan menengah (UKM) yang semakin meningkat, sekaligus mencerminkan kepercayaan terhadap layanan Perseroan.
Di sisi likuiditas dan permodalan, SMBC Indonesia tetap berada pada level yang sangat kuat. Rasio liquidity coverage ratio (LCR) tercatat sebesar 260,24%, net stable funding ratio (NSFR) sebesar 122,71%, serta capital adequacy ratio (CAR) mencapai 29,63%, menegaskan fondasi keuangan yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: