SMBC Bongkar Alasan Ekonomi Indonesia Masih Kuat di Era Ketidakpastian
Kredit Foto: SMBC Indonesia
Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar, menilai ekonomi Indonesia masih memiliki daya tahan kuat di tengah tingginya ketidakpastian global akibat gejolak geopolitik, transformasi rantai pasok, hingga perubahan arus investasi dunia.
Ia mengatakan dunia saat ini tengah memasuki era new normal yang ditandai dengan tingginya volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan situasi global yang ambigu.
“Kita menyaksikan bagaimana dunia sedang bergerak sangat dinamis. Perubahan geopolitik, transformasi rantai pasok global, perkembangan teknologi, transisi energi, hingga perubahan arus investasi internasional sedang membentuk wajah ekonomi dunia yang kini menghadapi new normal dalam era yang penuh dengan volatility atau ketidakjelasan,” ujarnya dalam acara SMBC Indonesia Economic Forum 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Menurut Henoch, meski kondisi global masih bergejolak, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Hal itu didukung stabilitas ekonomi domestik, besarnya pasar dalam negeri, serta agenda transformasi ekonomi nasional yang terus berjalan.
“Tetapi di tengah perubahan tersebut, kita berharap Indonesia bisa menunjukkan daya tahan dan optimisme yang kuat. Stabilitas ekonomi yang tetap terjaga karena besarnya pasar domestik serta berbagai agenda transformasi ekonomi nasional memberikan keyakinan bahwa Indonesia tetap memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan penting di kawasan maupun dunia,” katanya.
Baca Juga: Tertinggi di G20, Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61% di Tengah Tekanan Global
Baca Juga: Rupiah Melemah Parah, Pemerintah Didorong Perkuat Koordinasi Jaga Ekonomi Indonesia
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Lampaui China dan Korea Selatan
Ia menegaskan stabilitas ekonomi menjadi fondasi utama untuk menjaga momentum pertumbuhan nasional. Karena itu, diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor publik, dan sektor swasta.
Pada kesempatan yang sama, Head of Economic & ESG Strategic Positioning PT Danantara Investment Management, Maysita Crystallin, menyatakan ekonomi Indonesia tetap solid meski dunia sedang menghadapi tekanan global.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah gejolak global itu masih menunjukkan angka yang cukup positif. Kalau kita lihat ekonomi Indonesia hampir mencapai US$1,4 triliun, yang paling besar di Asia Tenggara dan nomor satu dibandingkan emerging market lain,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: