Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ketegangan Teknologi AS-China Menguat, AI Jadi Sorotan Utama

        Ketegangan Teknologi AS-China Menguat, AI Jadi Sorotan Utama Kredit Foto: F5
        Warta Ekonomi, Washington -

        Pemerintah Amerika Serikat melalui Gedung Putih menyatakan akan mempererat kerja sama dengan perusahaan kecerdasan buatan (AI) domestik guna menghadapi praktik pencurian teknologi oleh aktor asing dalam skala besar.

        Direktur Kebijakan Sains dan Teknologi AS, Michael Kratsios, dalam sebuah memo internal mengungkapkan bahwa pihaknya memperoleh informasi baru terkait aktivitas pihak asing—terutama yang berbasis di China—yang diduga mengeksploitasi perusahaan-perusahaan AI asal Amerika Serikat.

        Kratsios menjelaskan bahwa praktik tersebut dilakukan melalui metode yang disebut “distillation”, yakni upaya menyalin atau mereplikasi teknologi AI yang dikembangkan oleh perusahaan AS.

        Menurutnya, tindakan ini bertujuan untuk “secara sistematis melemahkan penelitian dan pengembangan Amerika serta mengakses informasi yang bersifat rahasia.”

        Sebagai langkah antisipasi dan penanggulangan, Gedung Putih berencana mengambil sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah meningkatkan berbagi informasi dengan perusahaan AI terkait taktik dan aktor yang terlibat dalam kampanye distillation, memperkuat koordinasi dengan sektor swasta, serta menyusun pedoman praktik terbaik untuk mendeteksi, mengurangi, dan menangani ancaman tersebut.

        Selain itu, pemerintah AS juga akan mengeksplorasi langkah-langkah untuk meminta pertanggungjawaban pihak asing yang terbukti melakukan praktik tersebut, meski belum dirinci bentuk tindakan konkret yang akan diambil.

        Baca Juga: Trump sebut Kini Pimpinan Politik Iran Mulai Terpecah

        Sementara itu, perwakilan Kedutaan Besar China di Washington DC menanggapi tuduhan tersebut dengan menyatakan keberatan atas apa yang disebut sebagai upaya penekanan terhadap perusahaan China.

        “Perkembangan China merupakan hasil dari dedikasi dan usaha sendiri, serta kerja sama internasional yang saling menguntungkan,” ujar perwakilan tersebut.

        Ia juga menambahkan bahwa China tidak hanya dikenal sebagai pusat manufaktur dunia, tetapi juga mulai berkembang menjadi pusat inovasi global.

        Praktik distillation sendiri umumnya dilakukan dengan mengoperasikan ribuan akun pengguna pada platform AI, sehingga tampak seperti pengguna biasa. Akun-akun ini kemudian digunakan untuk mencoba menembus sistem keamanan atau “jailbreak” guna memperoleh informasi sensitif dari model AI, yang selanjutnya dimanfaatkan untuk mengembangkan teknologi serupa.

        Kratsios menegaskan bahwa dengan semakin canggihnya metode deteksi terhadap praktik tersebut, pihak-pihak yang membangun teknologi AI di atas cara-cara demikian akan menghadapi risiko terkait integritas dan keandalan produk yang dihasilkan.

        Sejumlah perusahaan AI terkemuka seperti OpenAI dan Anthropic juga telah mengungkapkan bahwa mereka menghadapi aktivitas distillation serupa, meskipun tidak secara spesifik menyebut pihak yang terlibat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Istihanah
        Editor: Istihanah

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: