Pasokan Minyak Global Masih Terganggu Meski Selat Hormuz Dibuka, Rusia: Butuh Waktu Berbulan-bulan
Kredit Foto: Google Earth
Krisis energi global belum menunjukkan tanda pemulihan meski jalur distribusi utama mulai terbuka kembali. Gangguan pasokan yang terjadi selama konflik membuat keseimbangan pasar minyak dunia belum pulih sepenuhnya.
Defisit energi menjadi dampak paling nyata setelah banyaknya pasokan minyak yang tidak sampai ke pasar. Kondisi ini diperparah dengan penumpukan kapal tanker yang sempat tertahan di jalur strategis global.
Salah satu titik krusial yang terdampak adalah Strait of Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia. Meski akses mulai terbuka, proses normalisasi pasokan diperkirakan tidak akan berlangsung cepat.
Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menilai pemulihan pasar membutuhkan waktu cukup panjang. Ia menegaskan dampak krisis tidak bisa diselesaikan hanya dengan membuka kembali jalur distribusi.
“Krisis ini sangat dalam, sejumlah besar minyak tidak sempat masuk ke pasar selama periode tersebut, dan banyak kapal menumpuk di Selat Hormuz. Oleh karena itu, tentu dibutuhkan waktu untuk menyeimbangkan kembali dan kembali ke level sebelumnya,” kata Novak dikutip dari ANTARA.
Menurutnya, dibutuhkan waktu berbulan-bulan untuk mengembalikan keseimbangan pasokan ke level sebelumnya.
Gangguan ini dipicu konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran serta ketegangan dengan United States dan Israel. Selama periode tersebut, kontrol terhadap jalur distribusi energi sempat menekan pasokan global secara signifikan.
Meski saat ini konflik berada dalam fase jeda, dampak ekonominya masih terasa luas. Pasar energi global harus menghadapi ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan dalam jangka menengah.
Baca Juga: Belum Pasti Pertamina, Wamen ESDM Timbang BLU untuk Impor Minyak Rusia
Kondisi ini berpotensi menjaga harga energi tetap tinggi di berbagai negara. Selain itu, tekanan terhadap sektor industri dan transportasi juga diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.
Dengan situasi tersebut, pemulihan pasar minyak tidak hanya bergantung pada stabilitas geopolitik. Faktor logistik dan distribusi juga menjadi penentu utama dalam mengembalikan keseimbangan energi dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: