Simak? Tujuh Aplikasi Ini Bisa Jadi Solusi Lepas dari Doomscrolling
Kredit Foto: Unsplash/Creative Christians
Tanpa disadari, kebiasaan doomscrolling membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam di media sosial dan berdampak pada kesehatan mental hingga produktivitas. Sejumlah aplikasi kini hadir sebagai alternatif yang lebih bermanfaat untuk mengisi waktu luang tanpa terjebak scrolling tanpa henti.
Doomscrolling, atau kebiasaan mengonsumsi konten secara berlebihan di media sosial, semakin umum terjadi.
Dikutip dari TechCrunch, survei tahun lalu menunjukkan bahwa 64% orang Amerika mengaku melakukan doomscrolling.
Kebiasaan ini sering dimulai dari hal sederhana, seperti membuka ponsel untuk melihat waktu atau pesan, namun berujung pada berjam-jam menelusuri berbagai konten mulai dari drama selebritas hingga berita negatif.
Peneliti mengingatkan bahwa kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan mental dan kemampuan fokus.
Terlalu lama scrolling dapat menyebabkan kelelahan otak, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan tidur. Terlebih jika konten yang dikonsumsi cenderung negatif, pengguna bisa merasa cemas, lelah secara emosional, dan kehilangan semangat.
Baca Juga: Menilik Aturan Media Sosial untuk Anak di Australia dan Tantangannya bagi Indonesia
Meski sulit dihentikan, kebiasaan ini bisa dialihkan dengan aktivitas digital yang lebih produktif. Sejumlah aplikasi menawarkan pengalaman yang tetap menarik, namun memberi nilai tambah, mulai dari melatih kreativitas hingga meningkatkan kemampuan kognitif.
Berikut 7 daftar aplikasi yang dapat meminimalisir doomscrolling:
1. Dudel Draw
Aplikasi kreatif yang mengajak pengguna mengubah bentuk acak menjadi gambar. Aktivitas ini tidak hanya menghibur, tetapi juga bisa menjadi cara baru berinteraksi dengan teman melalui tantangan kreatif.
2. Vocabulary
Untuk memperkaya kosakata, aplikasi Vocabulary menyediakan pembelajaran kata baru setiap hari lengkap dengan definisi, contoh kalimat, dan panduan pelafalan. Tersedia pula mini-game untuk membantu proses pengulangan dan pemahaman.
3. Radio Garden
Bagi yang ingin tetap terhubung dengan dunia tanpa media sosial, Radio Garden menawarkan akses ke lebih dari 25.000 stasiun radio dari berbagai negara. Pengguna cukup memilih titik di peta untuk mendengarkan siaran langsung dari lokasi tersebut.
4. Drops
Aplikasi yang menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin belajar bahasa asing dengan metode singkat dengan visual. Aplikasi ini menghadirkan pembelajaran berbasis permainan dengan durasi singkat sekitar lima menit per hari.
5. Elevate
Elevate hadir sebagai aplikasi pelatihan otak dengan lebih dari 40 permainan yang dirancang untuk meningkatkan fokus, memori, kemampuan membaca, dan matematika. Pengguna juga dapat melacak perkembangan kemampuan mereka dari waktu ke waktu.
Baca Juga: 61% Anak di Australia Masih Akses Media Sosial Meski Dilarang
6. Settera
Bagi pecinta geografi, Seterra menawarkan lebih dari 300 permainan interaktif untuk menguji pengetahuan tentang peta, bendera, hingga bentang alam dunia. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur pelacakan progres dan papan peringkat.
7. NYT Games
Aplikasi ini menyediakan berbagai permainan kata dan logika seperti Wordle, Crossword, hingga Spelling Bee yang diperbarui setiap hari untuk melatih otak secara konsisten.
Dengan berbagai pilihan ini, pengguna tetap bisa memanfaatkan waktu luang di ponsel secara lebih sehat dan produktif, tanpa harus terjebak dalam kebiasaan doomscrolling yang melelahkan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: