Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan dan Laba Emiten Prajogo (PTRO) Tumbuh Double Digit di Kuartal I 2026

        Pendapatan dan Laba Emiten Prajogo (PTRO) Tumbuh Double Digit di Kuartal I 2026 Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan lonjakan kinerja yang signifikan pada kuartal pertama 2026. Hingga 31 Maret 2026, laba bersih emiten Prajogo Pangestu ini mencapai USD1,38 juta, melesat 50,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD920 ribu.

        Kinerja impresif ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang melonjak tajam. PTRO membukukan pendapatan sebesar USD284,13 juta, naik 84,23 persen dari USD154,21 juta pada periode yang sama tahun lalu. 

        Kontribusi terbesar berasal dari segmen penambangan sebesar USD140,56 juta, diikuti konstruksi dan rekayasa USD106,43 juta, EPCI minyak dan gas lepas pantai USD13,59 juta, penjualan batu bara USD13,84 juta, jasa USD9,19 juta, serta lainnya sebesar USD501 ribu.

        Di tengah lonjakan pendapatan, beban usaha langsung juga meningkat signifikan menjadi USD247,44 juta dari sebelumnya USD138,12 juta. Meski demikian, laba kotor tetap mencatatkan pertumbuhan kuat menjadi USD36,69 juta, melonjak dari USD16,09 juta pada periode yang sama tahun lalu.

        Namun, tekanan dari sisi biaya turut memengaruhi kinerja bottom line. Beban penjualan dan administrasi naik menjadi USD12,21 juta dari USD9,95 juta, sementara beban bunga dan keuangan meningkat menjadi USD17,31 juta dari USD9,11 juta. 

        Di sisi lain, penghasilan bunga tercatat USD502 ribu, turun dari USD872 ribu. Beban pajak final juga naik menjadi USD2,14 juta dari USD1,28 juta, sedangkan kerugian lain-lain tercatat USD3,82 juta, turun dari posisi keuntungan USD6,71 juta.

        Baca Juga: CDIA Suntik Modal USD15,5 Juta ke Entitas PTRO, Kini Genggam 49% Saham

        Baca Juga: Binding Offer Tuntas, Emiten Prajogo (PTRO) Siap Genggam Saham Tambang Emas Papua Nugini

        Dari sisi neraca, total aset Perseroan mencapai USD1,6 miliar per Maret 2026, meningkat dari posisi akhir 2025 sebesar USD1,58 miliar. Liabilitas tercatat sebesar USD1,29 miliar, naik dari USD1,27 miliar, sementara ekuitas berada di level USD306,55 juta, sedikit menurun dari USD307,45 juta pada akhir tahun sebelumnya.

        Dengan kombinasi pertumbuhan pendapatan yang agresif dan tantangan dari sisi beban, Petrosea tetap menunjukkan ketahanan kinerja di tengah dinamika industri energi dan pertambangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: