Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Western Union Siap Luncurkan Stablecoin, Tantang Sistem SWIFT

        Western Union Siap Luncurkan Stablecoin, Tantang Sistem SWIFT Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perusahaan Remitansi Global, Western Union tengah mempersiapkan peluncuran stablecoin dolar bernama USDPT. Ia diproyeksikan meluncur bulan depan dan akan mengurangi ketergantungan terhadap SWIFT.

        Chief Executive Officer (CEO) Devin McGranahan mengatakan stablecoin ini akan menjadi bagian penting dari transformasi sistem pembayaran perusahaan. USDPT akan berjalan dalam jaringan solana dan diterbitkan bersama Anchorage Digital di Amerika Serikat.

        Baca Juga: Padahal Ancam Bank, Inggris Soroti Lambatnya Standarisasi Aturan Stablecoin Global

        "Kami tidak meluncurkan ini untuk konsumen terlebih dahulu. Kami meluncurkannya sebagai alternatif jaringan settlement antarbank seperti SWIFT," kata McGranahan.

        Western Union saat ini masih mengandalkan jaringan SWIFT. Ia membutuhkan waktu 2–3 hari dan hanya beroperasi pada hari kerja. Stablecoin di sisi lain memungkinkan settlement dilakukan secara real-time, termasuk di akhir pekan dan hari libur.

        Dengan sistem baru ini, perusahaan dapat mengurangi dana yang “mengendap” dalam proses settlement dan meningkatkan efisiensi operasional.

        Selain stablecoin, perusahaan itu juga mengembangkan Digital Asset Network (DAN). Nantinya, ia memungkinkan pengguna dompet kripto mencairkan aset digital menjadi uang tunai melalui jaringan agen mereka. Western Union menyebut pipeline mitra mereka mencakup puluhan juta dompet kripto di seluruh dunia.

        Western Union juga berencana meluncurkan Stable Card. Kartu ini memungkinkan pengguna menyimpan dana dalam stablecoin dan menggunakannya untuk transaksi sehari-hari melalui jaringan kartu.

        Stable Card dinilai akan sangat berguna di negara dengan inflasi tinggi, karena memberi akses ke nilai berbasis dolar AS.

        Langkah ini diambil di tengah tekanan pada bisnis remitansi tradisional dari perusahaan fintech dan kripto. Inisiatif Western Union menandai pergeseran besar dari sistem keuangan tradisional menuju pembayaran berbasis blockchain.

        Baca Juga: Bank Korea Selatan Uji Pengiriman Uang Lintas Negara Berbasis Blockchain, Bisa Gantikan SWIFT?

        Jika berhasil, stablecoin berpotensi menjadi tulang punggung baru dalam transaksi lintas negara yang lebih cepat, murah, dan transparan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: