Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bank Korea Selatan Uji Pengiriman Uang Lintas Negara Berbasis Blockchain, Bisa Gantikan SWIFT?

Bank Korea Selatan Uji Pengiriman Uang Lintas Negara Berbasis Blockchain, Bisa Gantikan SWIFT? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bank Digital asal Korea Selatan, KBank mulai menguji layanan remitansi lintas negara berbasis blockchain bersama Ripple. Uji coba ini bertujuan meningkatkan kecepatan, efisiensi biaya, dan transparansi dalam pengiriman uang internasional.

KBank dan Ripple telah menyelesaikan tahap pertama proof-of-concept menggunakan sistem remitansi berbasis dompet digital. Saat ini, mereka memasuki fase kedua dengan fokus pada stabilitas transfer onchain ke sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab dan Thailand.

Baca Juga: Korea Selatan Mau Uji Blockchain dalam Pembayaran APBN

KBank memanfaatkan platform Palisade. Ia merupakan layanan dompet berbasis software-as-a-service milik Ripple.

Saat ini, sebagian besar transfer internasional masih bergantung pada jaringan perbankan koresponden seperti SWIFT. Sistem ini dikenal memakan waktu beberapa hari dan melibatkan biaya berlapis dari berbagai perantara.

Sebaliknya, remitansi onchain memungkinkan pengiriman dana langsung melalui jaringan blockchain dengan waktu penyelesaian hanya dalam hitungan menit. Dengan model onchain, biaya hanya dibayarkan ke jaringan blockchain, bukan ke banyak bank perantara, sehingga lebih efisien.

KBank juga tengah bersiap menghadapi regulasi terkait stablecoin di Korea Selatan. Bank ini berencana melanjutkan pengujian teknis untuk berbagai skenario penggunaan stablecoin, termasuk remitansi.

KBank merupakan mitra eksklusif perbankan untuk Upbit. Ia merupakan salah satu bursa kripto terbesar di negara tersebut. Regulasi Korea Selatan mewajibkan pengguna bursa kripto menghubungkan akun bank terverifikasi, sehingga setiap bursa hanya bekerja sama dengan satu bank.

Adapun Pemerintah Korea Selatan saat ini tengah menyusun Digital Asset Basic Act. Ia merupakan kerangka hukum komprehensif untuk aset digital.

Sejumlah institusi keuangan besar dalam negara tersebut juga mulai menjalin kerja sama dengan perusahaan blockchain global sebagai persiapan menghadapi regulasi baru.

Korea Selatan dikenal sebagai salah satu pasar kripto ritel paling aktif di dunia, dengan volume perdagangan harian yang sering melampaui pasar saham saat periode puncak.

Baca Juga: Alasan Kim Jong Un Kirim Pasukan Korea Utara ke Ukraina: Gagalkan Hegemoni Amerika Serikat

Langkah KBank mencerminkan tren global menuju sistem keuangan berbasis blockchain yang lebih cepat, transparan, dan efisien untuk transaksi lintas negara.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar