Pembiayaan Motor Listrik Mulai Dilirik, Tapi Ekosistem Harus Digenjot
Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa saat ini pemerintah tengah menyiapkan kembali skema subsidi untuk motor listrik dengan besaran insentif yang tengah dipertimbangkan di Rp5 juta rupiah. Adanya hal ini dinilai meningkatkan peluang bagi industri pembiayaan untuk memperluas penetrasi kredit di segmen kendaraan ramah lingkungan.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menyebut momentum ini dapat dimanfaatkan perusahaan multifinance seiring potensi pertumbuhan pasar.
“Subsidi ini juga kesempatan perusahaan pembiayaan untuk masuk ke dalam segmen motor listrik. Dengan penjualan yang meningkat, tentu peluang untuk melakukan penetrasi pembiayaan menjadi terbuka lebar,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Selasa (28/4/2026).
Tingginya kebutuhan pembiayaan terkhusus di segmen roda dua, kata Huda, bisa menjadi pintu masuk untuk industri pembiayaan mengembangkan portofolio baru.
Saat ini, OJK mencatat konsentrasi pembiayaan kendaraan listrik mengalami pertumbuhan signifikan, per Februari 2026, penyaluran pembiayaan di segmen tersebut meningkat 39,35% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp21,94 triliun yang didominasi oleh kendaraan roda empat listrik dan hybrid dibandingkan roda dua.
Hal itu menunjukkan pasar motor listrik masih berpotensi berkembang tapi butuh dukungan akses pembiayaan.
Namun, ia juga mengatakan bahwa pertumbuhan pembiayaan tidak hanya bergantung pada sisi permintaan, tetapi juga kesiapan infrastruktur pendukung. Maka dari itu, pengembangan ekosistem kendaraan listrik menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pasar.
Baca Juga: Soal Subsidi Motor Listrik Menperin Agus Ungkap Tunggu Purbaya
Baca Juga: Purbaya Kaji Insentif Motor Listrik Senilai Rp5 Juta, Target Awal 6 Juta Unit Baru
Baca Juga: Purbaya Blak-blakan soal Insentif Baru Mobil dan Motor Listrik
“Ekosistem seperti ketersediaan swap baterai hingga tempat isi ulang baterai akan berpengaruh ke demand,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa saat ini pasar motor listrik masih terkonsentrasi di perkotaan. Padahal, di luar kota bisa membuka peluang lebih besar bagi industri pembiayaan.
“Jika mampu dikembangkan di daerah-daerah, saya rasa akan lebih meningkat impact-nya,” ujar Huda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri