- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Target Produksi 120 MMSCFD, Pertamina Drilling Sediakan Jack Up Rig di Lapangan Mako
Kredit Foto: Antara/Pertamina Drilling Services Indonesia
PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) melalui Konsorsium PDSI–ADES resmi mengantongi kontrak penyediaan jack up rig pengeboran untuk mendukung pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja (WK) Duyung, Natuna. Proyek strategis di lepas pantai Kepulauan Riau ini ditujukan untuk memperkuat pasokan gas nasional.
Lapangan Gas Mako, yang dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) West Natuna Exploration Limited (WNEL), terletak di kedalaman laut sekitar 80 meter. Berdasarkan rencana pengembangan, lapangan ini diproyeksikan mampu memproduksikan gas sebesar 120 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menegaskan bahwa penyediaan rig andal dengan standar keselamatan tinggi menjadi prioritas utama perusahaan untuk memastikan kelancaran produksi migas nasional.
“Pertamina Drilling bersama ADES siap mendukung penuh pengembangan Lapangan Mako melalui penyediaan jack up rig yang andal dan berstandar keselamatan tinggi. Ini merupakan kontribusi nyata kami dalam mendukung peningkatan pasokan gas nasional,” ujar Avep.
Avep menjelaskan, keberhasilan proyek di wilayah Natuna ini memiliki arti penting bagi kedaulatan energi Indonesia, karena hasilnya akan diprioritaskan untuk kebutuhan domestik.
“Potensi gas dari wilayah Natuna dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri. Selain itu, proyek ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional serta mendukung peningkatan lifting migas Indonesia,” tambahnya.
Baca Juga: Tak Hanya Listrik, Begini Cara Pertamina Optimalkan Pemanfaatan Panas Bumi
Baca Juga: Pertamina Perkuat Transisi Energi dan Pemberdayaan Masyarakat di Hari Bumi 2026
Lebih lanjut, Avep berharap proyek ini dapat berjalan tepat waktu sehingga mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian nasional. Langkah ini sekaligus memperkuat peran Pertamina Drilling, sebagai bagian dari
Subholding Upstream Pertamina, dalam menghadapi tantangan penurunan produksi alamiah (natural decline) di industri hulu migas.
“Kami berharap proyek ini berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal bagi bangsa dan negara Indonesia,” pungkas Avep.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: