Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Microsoft: AI Bakal Ubah Sistem Keuangan

        Microsoft: AI Bakal Ubah Sistem Keuangan Kredit Foto: Microsoft
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Microsoft dan Chainalysis menilai kecerdasan buatan (AI) akan mendorong sistem keuangan menuju era baru, di mana mesin mengeksekusi transaksi dalam skala besar. Perubahan ini dinilai membuka peluang efisiensi, namun sekaligus menghadirkan tantangan baru terkait kontrol, pengawasan, dan infrastruktur.

        Wakil Presiden Corporate Financial Services Microsoft, Bill Borden, mengatakan sistem keuangan tradisional akan menghadapi tekanan besar seiring meningkatnya kompleksitas transaksi. Menurutnya, titik kritis terjadi ketika latensi, skala, dan kompleksitas mulai mengganggu daya saing institusi keuangan.

        Baca Juga: DeepSeek Jadi Sorotan, Amerika Serikat Tuduh China Curi Teknologi AI

        Borden menegaskan bahwa tantangan utama kini bukan lagi kemampuan teknologi, melainkan kepercayaan. Dalam lingkungan yang diatur ketat, perusahaan harus mampu menjelaskan bagaimana keputusan diambil tanpa campur tangan manusia.

        Adapun Borden melihat integrasi antara blockchain publik, jaringan privat dan sistem keuangan tradisional. Meski terjadi transformasi besar, sistem keuangan tradisional diperkirakan tetap akan bertahan.

        Borden menyebut perangkat lunak akan menjadi penghubung utama antar berbagai sistem tersebut. Transformasi ini juga menuntut pembaruan regulasi dan kesiapan infrastruktur untuk mengakomodasi transaksi otomatis skala besar.

        “Bukan soal apakah teknologi bisa mengotomatisasi strategi keuangan, itu sudah bisa. Pertanyaannya adalah: apakah bisa dipercaya, diaudit, dan dikendalikan?” ujarnya.

        CEO Chainalysis, Jonathan Levin di sisi lain mengatakan sektor kripto sudah lebih dulu menerapkan model ini. Menurutnya, jaringan blockchain memproses transaksi dalam jumlah besar melalui smart contract dan dompet digital, menciptakan sistem yang mirip dengan agen otomatis berbasis AI.

        Levin menyoroti pentingnya pengawasan dalam sistem otomatis, termasuk pelacakan dana ilegal di ribuan dompet digital. Hal ini menjadi contoh bagaimana sistem keuangan masa depan harus mampu mengelola risiko tanpa pengawasan langsung manusia.

        Ia sepakat bahwa masa depan keuangan akan bersifat hybrid. Levin memprediksi sebagian besar transaksi dalam 10 tahun ke depan akan berlangsung di infrastruktur publik seperti blockchain.

        Baca Juga: Bank Korea Selatan Uji Pengiriman Uang Lintas Negara Berbasis Blockchain, Bisa Gantikan SWIFT?

        Dengan peran akal imitasi yang semakin dominan, industri keuangan global diperkirakan akan memasuki fase baru yang lebih cepat, kompleks, dan terotomatisasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: