Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Imbas Tragedi Bekasi Timur, Rano Karno Evaluasi Keamanan Perlintasan Kereta di Jakarta

        Imbas Tragedi Bekasi Timur, Rano Karno Evaluasi Keamanan Perlintasan Kereta di Jakarta Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Buntut dari tragedi tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL di dekat Stasiun Bekasi Timur, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengambil langkah antisipasi.

        Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan pihaknya akan mengevaluasi secara menyeluruh sistem keamanan perlintasan sebidang kereta api di wilayah ibu kota.

        Rano menegaskan bahwa isu pengamanan kawasan perlintasan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi mencegah terulangnya insiden serupa.

        Ia mengakui bahwa saat ini masih terdapat titik-titik rawan di Jakarta yang membutuhkan pengawasan ekstra.

        "Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal harus ada yang jaga. Nah, ini bagian yang harus kita evaluasi," ujar Rano Karno kepada wartawan, Rabu (29/4).

        Baca Juga: Kemenhub Sidak Pool Green SM usai Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

        Langkah evaluasi dari Pemprov DKI ini sekaligus merespons pernyataan PT Kereta Api Indonesia sebelumnya. Pihak KAI menegaskan bahwa wewenang dan tanggung jawab terkait pengamanan kawasan perlintasan sebidang sejatinya berada di tangan pemerintah daerah setempat.

        Sebagai salah satu langkah konkret jangka panjang untuk meminimalkan kecelakaan di jalur kereta, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah mempercepat pembangunan infrastruktur jalan layang.

        Sementara itu, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah, mengungkapkan bahwa Dinas Bina Marga DKI Jakarta sedang mengebut proyek Flyover Latumenten.

        Jalan layang ini dibangun secara strategis di atas simpang sebidang yang bersinggungan langsung dengan perlintasan kereta api.

        Menurut Afan, proyek yang telah dikerjakan sejak akhir tahun 2025 lalu ini tidak hanya bertujuan untuk mengurai kemacetan lalu lintas, tetapi yang paling utama adalah untuk menjamin keselamatan warga yang melintas di kawasan tersebut.

        "Sebagai antisipasi terhadap perlintasan sebidang dengan rel kereta api, DKI saat ini sedang membangun flyover di Jalan Latumenten. Rencananya tuntas tahun ini," tandas Afan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: