Kemenkes Luncurkan Konsorsium 1000 HPK, Perkuat Sinergi Nasional Tekan Kematian Ibu dan Stunting
Kredit Foto: Istimewa
Kementerian Kesehatan meluncurkan Konsorsium 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai platform koordinasi nasional untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
1000 Hari Pertama Kehidupan terdiri dari 270 hari masa kehamilan dan 730 hari pertama kehidupan anak. Periode ini dinilai sebagai masa emas yang menentukan kesehatan, kecerdasan, dan produktivitas anak hingga dewasa.
Meski demikian, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam menjamin keselamatan ibu dan kualitas hidup anak pada periode tersebut.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan perlunya percepatan capaian signifikan dalam menurunkan angka kematian ibu, kematian bayi, dan prevalensi stunting di Indonesia.
”Kita harus mengejar angka yang signifikan karena ini menyangkut nyawa manusia, bukan sekadar statistik: Kematian Ibu: Menurunkan dari 4.000 menjadi di bawah 400 kasus. Kematian Bayi: Menurunkan dari 30.000 menjadi di bawah 3.000 kasus. Prevalensi Stunting: Menurunkan dari 19% ke bawah 7% dalam satu tahun ke depan,” ujar Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.
Berbagai indikator menunjukkan tantangan kesehatan ibu dan anak yang masih signifikan. Angka Kematian Ibu (AKI) tercatat 140 per 100.000 kelahiran hidup, sementara kematian bayi mencapai 17 per 1.000 kelahiran hidup, dengan lebih dari separuh terjadi pada masa neonatal.
Di saat yang sama, 19,8 persen balita mengalami stunting dan 2,52 persen berisiko mengalami gangguan perkembangan. Data tersebut menegaskan urgensi penguatan intervensi sejak dini, khususnya pada periode 1000 HPK.
Selama ini, upaya lintas sektor dalam 1000 HPK dinilai masih berjalan terpisah dan belum terintegrasi sehingga dampaknya belum maksimal bagi kesehatan nasional. Fragmentasi program, tumpang tindih intervensi, serta lemahnya integrasi data menjadi tantangan utama.
Untuk menjawab persoalan itu, Kementerian Kesehatan meluncurkan Konsorsium 1000 HPK sebagai wadah koordinasi nasional yang menyatukan pemerintah, mitra internasional, sektor swasta, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil dalam satu arah, satu sistem pemantauan, serta satu akuntabilitas bersama.
Dalam pelaksanaannya, Kementerian Kesehatan didukung Yayasan Rabu Biru Indonesia atau Rabu Biru Foundation sebagai Sekretariat Konsorsium 1000 HPK.
Baca Juga: Tak Hanya Makanan, Studi Ungkap Kaitan Air Minum dengan Stunting dan Kognitif Anak
Sekretariat ini bertugas mengintegrasikan berbagai inisiatif lintas sektor ke dalam satu sistem pemantauan dan akuntabilitas bersama, mengelola koordinasi operasional di empat kelompok kerja yang mencakup seluruh siklus 1000 HPK, serta memastikan kontribusi para mitra tetap selaras dengan target RPJMN 2025–2029 dan berorientasi pada pencapaian Indonesia Emas 2045.
“Sebagai Sekertariat Konsorsium, Rabu Biru Foundation berkomitmen mendukung Kementerian Kesehatan dalam mensinergikan koordinasi lintas sektor agar berjalan satu arah dan terukur di setiap tahapan 1000 HPK,” ujar Direktur Eksekutif RBF, Toro Sudarmadi.
Komitmen tersebut menjadi fondasi penting peluncuran Konsorsium Nasional 1000 HPK sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, sekaligus memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan awal kehidupan yang optimal.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: