- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
ABMM Geber Produksi Batu Bara di Aceh dan Kalimantan Tengah demi Dongkrak Kinerja 2026
Kredit Foto: ABM Investama
PT ABM Investama Tbk (ABMM) akan memfokuskan pengembangan operasional tambang batu bara di Provinsi Aceh dan Kalimantan Tengah pada tahun ini. Tambang yang belum lama diakuisisi ini diharapkan dapat mencapai produksi bulanan yang stabil untuk mendukung kinerja Perseroan sepanjang 2026.
Group Head of Corporate Finance Treasury and Investor Relation ABMM, Mohamad Ditto Ananta Nugraha, mengatakan Perseroan telah mengakuisisi perusahaan tambang PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) pada 2024 dan PT Piranti Jaya Utama (PJU) di 2025.
"Kita akan mengejar produksi tambang MCN agar mencapai peak production-nya," kata Ditto dalam RUPS di Jakarta, Rabu (29/4/2026).
PT Reswara Minergi Hartama (Reswara), melalui anak usahanya PT Nagata Dinamika Hidro Pongko (NDHP), mengakuisisi PT Nirmala Coal Nusantara (NCN) pada 2024. Langkah strategis ini bertujuan menambah kapasitas produksi batu bara dan memperkuat portofolio tambang di Sumatra.
Tambang yang berlokasi di Meulaboh, Aceh Barat, ini memiliki potensi cadangan batu bara sebesar 31 juta ton dengan kalori 3.000-3.100 kcal/kg. Bisnis baru tersebut siap memberikan kontribusi signifikan terhadap portofolio produksi ABMM di masa depan.
NCN sukses melaksanakan penjuaolan perdana pada Februari 2026. Dengan total luas area 3.198 hektare (ha) dan potensi sumber daya mencapai 87,34 juta ton (kalori 3.000-3.100 kcal/kg), NCN siap menjadi salah satu motor penggerak stabilitas pasokan energi.
Baca Juga: Batu Bara Lesu, ABM Investama Fokus Efisiensi dan Negosiasi Utang
Baca Juga: ABM Investama Alokasikan Dividen Rp267 Milar ke Pemegang Saham
Selain NCN, Reswara juga mengakuisisi Piranti Jaya Utama (PJU) pada 2025. Tambang batu bara yang terletak di Kapuas, Kalimantan Tengah, tersebut memiliki luas konsesi 4.800 ha. Dengan target operasi komersial pada akhir 2026, PJU diharapkan menambah cadangan batu bara berkualitas tinggi dengan kalori 4.800-5.100 kcal/kg.
“Dengan potensi sumber daya sebesar 83,4 juta ton dan cadangan 34 juta ton, PJU ditargetkan untuk memulai operasi komersial pada akhir 2026 dan diproyeksikan menjadi aset bernilai tinggi dalam ekosistem grup perusahaan,” jelasnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: