Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ekosistem Jadi Kunci Adopsi Motor Listrik di Indonesia

        Ekosistem Jadi Kunci Adopsi Motor Listrik di Indonesia Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk atau WOM Finance menilai perubahan perilaku konsumen menuju kendaraan listrik masih berlangsung secara bertahap diiringi dengan insentif pemerintah dan kesadaran efisiensi biaya.

        Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, mengatakan bahwa adopsi kendaraan listrik hingga kini belum terjadi secara masif karena kesiapan ekosistem pendukung juga belum optimal.

        “Perusahaan mengamati bahwa perubahan perilaku konsumen yang memiliki minat menuju kendaraan listrik masih dalam tahap transisi yang bertahap,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Kamis (30/4/2026).

        Adanya subsidi, kata dia, menjadi salah satu faktor yang mampu mempercepat minat pasar meskipun belum cukup untuk mengubah perilaku secara signifikan dalam waktu singkat.

        “Meski begitu, subsidi ini akan menjadi faktor pendorong yang cukup signifikan dalam meningkatkan minat pasar. Selain itu, kesadaran akan efisiensi biaya operasional juga mulai memengaruhi preferensi konsumen,” jelasnya.

        Meski begitu, tantangan pada adopsi kendaraan listrik juga terlihat terutama pada ekosistem dan kesiapan infrastrukturnya belum merata.

        “Meski demikian, percepatan adopsi tetap memerlukan penguatan infrastruktur dan ekosistem yang kuat, khususnya untuk kendaraan roda dua,” kata Cincin.

        Dari sisi ekosistem, WOM Finance menilai bahwa perkembangan saat ini sudah menunjukkan tren positif tapi belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan yang lebih luas.

        “Kami menilai bahwa ekosistem kendaraan listrik saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang positif, namun belum sepenuhnya mumpuni untuk mendorong adopsi secara masif,” ujarnya.

        Baca Juga: Pembiayaan Motor Listrik Mulai Dilirik, Tapi Ekosistem Harus Digenjot

        Baca Juga: Menguji Realisme Target 120 Juta Motor Listrik dan Ambisi Surya 100 GW

        Selain itu, peran pemerintah juga dinilai penting dalam memperkuat infrastruktur. Maka dari itu, pengembangan ekosistem harus dikejar untuk mendorong pertumbuhan adopsi kendaraan listri yang hingga kini masih belum rata di Indonesia.

        Sejalan dengan itu, Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda juga setuju bahwa pasar motor listrik masih berpotensi berkembang secara berkelanjutan jika diiringi dengan kesiapan infrastruktur.

        “Ekosistem seperti ketersediaan swap baterai hingga tempat isi ulang baterai akan berpengaruh ke demand,” katanya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: