Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Kritik Praktik Korupsi di Kalangan Elite, Sebut Elite 'Pintar Maling'

        Prabowo Kritik Praktik Korupsi di Kalangan Elite, Sebut Elite 'Pintar Maling' Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden RI Prabowo Subianto menyebut praktik korupsi di kalangan elite sebagai faktor yang menghambat kesejahteraan masyarakat dan merugikan perekonomian rakyat. Bahkan, ia heran dengan orang pintar dan memiliki pangkat tinggi tapi malah menjadi maling uang rakyat.

        “Yang saya sedih, orang yang semakin tinggi pangkat, banyak yang semakin enggak jelas. Saya heran, semakin pintar, banyak yang pintar, pintar maling,” ujarnya dalam pidato Peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional, Jumat (1/4/2026).

        Menurutnya, praktik korupsi yang melibatkan elite bisa berdampak terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat hingga tingginya angka kemiskinan. Adanya kondisi tersebut justru bertolak belakang dengan tujuan pembangunann nasional untuk mensejahterakan rakyat.

        “Saya kaget begitu saya pensiun, saya lihat kok rakyat saya masih banyak yang susah. Tapi saya melihat banyak elite-elite yang curi uang rakyat. Bukan ini yang saya perjuangkan, bukan negara yang dirampok oleh maling-maling,” kata Presiden.

        Lebih lanjut, ia juga memaparkan dampak lanjutan dari praktik korupsi terhadap daya beli dan kesejahteraan rumah tangga. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang sulit untuk memenuhi kebutuhan dasar adalah bentuk kebocoran ekonomi akibat penyalahgunaan anggaran.

        “Saya tidak rela ada anak-anak Indonesia yang lapar. Saya tidak rela ada ibu-ibu yang tidak bisa memberi susu untuk anaknya,” ujarnya.

        Baca Juga: KSPSI Minta Beasiswa LPDP untuk Aktivis Buruh hingga Rumah Sakit Buruh kepada Prabowo

        Meski tidak semua pelaku usaha memiliki praktik yang merugikan masyarakat, ia marah karena masih banyak potensi kolaborasi tidak sehat antara pejabat publik dan sebagian pelaku usaha yang dapat memperburuk kondisi ekonomi.

        “Saya tidak rela, pejabat-pejabat pemerintah yang diberi kepercayaan oleh rakyat justru bekerja sama dengan pengusaha-pengusaha brengsek, dengan pengusaha-pengusaha serakah. Tapi, saya mengajak kita dewasa tidak semua pengusaha serakah, banyak yang bekerja dengan baik, banyak kita butuh mereka supaya ekonomi hidup,” tegasnya.

        Kini, ia menekankan kepada para pemangku kepentingan termasuk jajaran menteri untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kecil agar distribusi manfaat ekonomi bisa diperkuat.

        “Para menteri, kalau ambil kebijakan, kalau menyusun kebijakan berpikir, bertanya apakah ini menguntungkan rakyat kecil atau tidak. Kalau menguntungkan rakyat kecil, laksanakan itu sudah benar, tidak usah ragu-ragu,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: