Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sudah Menjauhi Hormuz, Indonesia Tak Khawatir Kelangkaan Minyak Akibat Perang Amerika-Iran

Sudah Menjauhi Hormuz, Indonesia Tak Khawatir Kelangkaan Minyak Akibat Perang Amerika-Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menegaskan Indonesia tidak terlalu khawatir menghadapi ancaman kelangkaan minyak meski konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas hingga memicu penutupan Selat Hormuz.

Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno mengatakan pasokan minyak Indonesia saat ini relatif aman karena sebagian besar kebutuhan impor sudah diperoleh dari kawasan yang tidak bergantung pada jalur pelayaran Hormuz.

Baca Juga: 'Kami Bukan Raja Dunia,' FIFA Angkat Tangan Soal Kelakuan Amerika ke Timnas Iran di Piala Dunia 2026

Menurut Havas, pemerintah telah melakukan diversifikasi sumber energi sejak beberapa waktu lalu dengan memperkuat kerja sama bersama sejumlah negara produsen minyak di Afrika.

"Jadi banyak pasokan minyak dari Afrika. So far oke, so far so good," ujar Havas, dikutip Jumat (12/6).

Ia menjelaskan Indonesia kini memperoleh pasokan dari negara-negara seperti Aljazair, Nigeria, dan Angola yang pengirimannya tidak perlu melewati kawasan konflik di Timur Tengah.

Selain itu, pemerintah juga sedang memperluas sumber energi ke kawasan Amerika Latin, termasuk Venezuela yang baru kembali membuka peluang operasi migas bagi Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan kapal-kapal internasional untuk tidak melintas di jalur tersebut.

Langkah Iran memicu kekhawatiran dunia karena sekitar seperempat perdagangan minyak laut global bergantung pada jalur strategis itu. Gangguan distribusi dapat menyebabkan harga energi melonjak di berbagai negara.

Meski demikian, Havas menilai ancaman utama bagi Indonesia saat ini bukan pada ketersediaan pasokan fisik minyak, melainkan dampak makroekonomi global yang bisa muncul akibat lonjakan harga energi.

Pemerintah karena itu terus memantau perkembangan harga minyak dunia serta dampaknya terhadap berbagai sektor industri domestik.

"Yang kita monitor adalah kondisi makroekonomi globalnya seperti apa," kata Havas.

Dengan sumber pasokan yang semakin beragam dan tidak lagi terlalu bergantung pada Timur Tengah, pemerintah optimistis kebutuhan energi nasional tetap dapat terpenuhi meski perang antara Amerika Serikat dan Iran terus berlanjut.

Baca Juga: Harga Bensin Akan Segera Kembali Normal Usai Perang Iran dan Amerika, Kata Trump

Langkah diversifikasi tersebut menjadi salah satu tameng utama Indonesia untuk menghadapi gejolak energi global yang dipicu konflik geopolitik di kawasan Teluk.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar