Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Teheran Akan Digempur Sangat Keras,' Amerika Berikan Sinyal Tutup Jalur Negosiasi dengan Iran

'Teheran Akan Digempur Sangat Keras,' Amerika Berikan Sinyal Tutup Jalur Negosiasi dengan Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim sinyal keras bahwa jalur negosiasi dengan Iran semakin kehilangan tempat di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Trump bahkan mengancam akan melancarkan serangan baru yang lebih besar terhadap Iran dalam waktu dekat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat proses perundingan damai antara Washington dan Teheran terlihat mengalami kebuntuan. Alih-alih menekankan diplomasi, Trump justru menyoroti keberhasilan operasi militer Amerika yang menurutnya telah melumpuhkan sebagian besar kemampuan pertahanan Iran.

Baca Juga: 'Kami Bukan Raja Dunia,' FIFA Angkat Tangan Soal Kelakuan Amerika ke Timnas Iran di Piala Dunia 2026

“Amerika Serikat akan menghantam Iran dengan sangat keras malam ini,” ungkap Trump, dikutip Jumat (12/6).

Ancaman itu muncul hanya sehari setelah militer Amerika melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target strategis Iran. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan agresif Iran yang dituding menjatuhkan helikopter Apache milik Angkatan Darat AS.

Dalam operasi terbaru itu, pesawat tempur dan aset militer Amerika menyerang berbagai fasilitas pertahanan Iran, termasuk sistem radar, jaringan komunikasi militer, sistem pertahanan udara, serta sejumlah fasilitas pengawasan yang dianggap mengancam pasukan dan pelayaran internasional di kawasan.

Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah wilayah penting Iran seperti Sirik, Pulau Qeshm, Minab, dan Isfahan.

Meski Gedung Putih sebelumnya masih membuka ruang diplomasi dengan Teheran, nada pernyataan Trump kali ini menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Fokus yang semula diarahkan pada penyelesaian konflik melalui perundingan kini bergeser menjadi tekanan militer terbuka.

Trump bahkan mengklaim kekuatan laut, udara, radar, hingga sebagian besar kemampuan ofensif Iran telah hancur akibat serangan-serangan Amerika dalam beberapa waktu terakhir.

Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik yang sempat diupayakan menuju jalur damai justru kembali bergerak menuju eskalasi militer yang lebih luas.

Sementara itu, CENTCOM menegaskan pasukan Amerika tetap berada dalam kondisi siaga penuh dan siap merespons setiap kemungkinan balasan dari Iran.

Baca Juga: Tanda Amerika Sudah Frustrasi dengan Iran, Taktik Era Perang Vietnam Kembali Dipakai Trump

Dengan ancaman serangan lanjutan yang terus dilontarkan Trump, peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran kini kembali berada dalam tanda tanya besar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar