Amerika Serikat: Taiwan Adalah Mitra Terpercaya, Punya Manfaat Signifikan!
Kredit Foto: Reuters
Amerika Serikat kembali memberikan dukungannya untuk Taiwan. Ia menyatakan bahwa mereka adalah mitra yang tepercaya serta memiliki hubungan internasional yang memberi manfaat nyata bagi negara-negara mitranya seperti Washington dan Eswatini.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa pihaknya mendukung kunjungan presiden negara tersebut ke Eswatini.
Baca Juga: Amerika Serikat dan Filipina Uji Rudal Anti-Kapal di Laut China Selatan
“Taiwan adalah mitra tepercaya dan mampu bagi kami dan banyak negara lainnya, dan hubungan globalnya memberikan manfaat signifikan bagi warga negara mitra, termasuk Eswatini.”
Amerika Serikat juga menegaskan bahwa perjalanan preside ke negara mitra diplomatik merupakan hal yang rutin dan tidak seharusnya dipolitisasi. Meski tak menyebutkan secara langsung, hal ini dinilai sebagai kritikan untuk China.
“Perjalanan seperti ini adalah hal yang biasa dan tidak seharusnya dipolitisasi,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Taiwan, Lai Ching-te melakukan kunjungan mendadak ke Eswatini. Lai tiba menggunakan pesawat pemerintah setempat, setelah rencana kunjungan sebelumnya batal akibat tekanan dari China.
Lai Ching-te menegaskan bahwa negaranya memiliki hak untuk berinteraksi dengan dunia tanpa intervensi pihak lain. Kunjungan ini dilakukan secara diam-diam dengan pola tiba lalu diumumkan, sesuatu yang lazim digunakan dalam diplomasi tingkat tinggi untuk menghindari potensi gangguan eksternal.
“Taiwan memiliki hak untuk berinteraksi dengan dunia, dan tidak ada negara yang berhak atau seharusnya mencoba menghalangi hal tersebut,” ujarnya.
Eswatini merupakan salah satu dari sekitar selusin negara yang masih menjalin hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Kunjungan ini sendiri menjadi kontroversial mengingat adanya ketegangan dari Taiwan dan China.
China melalui Kantor Urusan Taiwan mengkritik keras langkah dari Lai. Ia kembali menegaskan posisinya bahwa pihaknya memiliki wilayah atas Taiwan. Menurutnya, Lai dengan hal tersebut tidak berhak menjalin hubungan antarnegara.
Baca Juga: PBB: Perang Iran-Amerika Serikat Picu Lonjakan Transisi ke Energi Terbarukan
Beijing sendiri pada bulan lalu dilaporkan telah menekan sejumlah negara untuk mencabut izin lintasan udara bagi pesawat yang ditumpangi Lai ke Eswatini. Ia akhirnya terpaksa membatalkan seluruh perjalanan luar negeri yang telah direncanakan karena manuver tersebut. Ini menjadi pertama kalinya kunjungan presiden wilayah tersebut gagal total akibat penolakan akses wilayah udara.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: