Oposisi Taiwan Kunjungi China, Mau Bawa 'Misi Damai' ke Xi Jinping
Kredit Foto: Reuters/Dado Ruvic
Pemimpin Partai Kuomintang (KMT) dan Oposisi Taiwan, Cheng Li-wun hari ini bertolak ke Beijing. Hal tersebut dilakukan dalam kunjungan yang disebut sebagai “misi damai” dengan kemungkinan bertemu Presiden China, Xi Jinping.
Ia menyebut kunjungan ini sebagai perjalanan bersejarah untuk perdamaian, meski mengakui adanya kekhawatiran dalam kalangan publik dari Taiwan. Hal ini tidak terlepas dari ketegangan yang memanas antara Taipei dan China.
Baca Juga: Anggaran Tertunda, Taiwan Kian Dibayangi Ancaman Serangan dari China
“Jika kita benar-benar mencintai negara, kita akan memanfaatkan setiap kesempatan sekecil apa pun, setiap peluang yang ada, untuk mencegah negara hancur oleh perang,” katanya.
Cheng berharap kunjungannya dapat membantu meredakan ketegangan dan menciptakan stabilitas antara China dan Taiwan. Namun, dengan perbedaan posisi yang masih tajam, para analis menilai peluang terobosan signifikan tetap terbatas dalam jangka pendek.
“Saya lebih percaya bahwa semua kalangan berharap perjalanan ini akan berhasil, karena kita dapat mengubah tempat paling berbahaya di dunia menjadi tempat paling aman di dunia,” katanya.
Dalam satu dekade, kunjungan ini menjadi yang pertama oleh Pemimpin Partai Kuomintang (KMT) ke China. Adapun Beijing belum memastikan apakah akan ada pertemuan dari Cheng dan Xi.
Adapun Menteri Dewan Urusan Daratan Taiwan, Chiu Chui-cheng, meminta sang politik untuk menyampaikan pesan tegas kepada Beijing. Ia mendesak agar mereka menghentikan tekanan militer, termasuk aktivitas pesawat dan kapal perang dalam sekitar wilayah dari Taiwan.
“Kami menyerukan kepada dia, ketika menghadapi otoritas mereka secara langsung, untuk menuntut agar mereka segera menghentikan tekanan gabungan mereka terhadap Taiwan,” katanya.
Kunjungan ini sendiri berlangsung di tengah meningkatnya tekanan militer dari China ke Taiwan. Beijing menilai wilayah tersebut merupakan bagian dari negara. Namun klaim tersebut ditolak oleh Taipei.
Kunjungan ini juga terjadi menjelang rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing. Meski kedua pemimpin kemungkinan akan membahas kerja sama perdagangan, ketegangan utama diprediksi akan terkait seputar Taiwan. Xi sebelumnya telah meminta rivalnya itu untuk berhati-hati dalam penjualan senjata kepada Taiwan.
Baca Juga: Ultimatum Amerika Serikat Sudah Final, Trump Janji Buat Neraka di Iran
Internal Taiwan sendiri tengah memanas menyusul manuver dalam parlemen yang dikuasai oleh Partai Kuomintang (KMT). Parlemen Taipei yang dikuasai oposisi menunda rencana pemerintah untuk menambah anggaran pertahanan sebesar US$40 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement