Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tahun Ini Bottoming, Peter Brandt Yakin Harga Bitcoin Akan Tembus US$250.000 di 2029

        Tahun Ini Bottoming, Peter Brandt Yakin Harga Bitcoin Akan Tembus US$250.000 di 2029 Kredit Foto: Unsplash/Art Rachen
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Trader Kripto Veteran Peter Brandt memproyeksikan bitcoin berpotensi melonjak hingga US$250.000 di 2029. Namun hal itu hanya terjadi setelah aset kripto unggulan itu melewati fase pembentukan dasar harga (bottoming) yang panjang di 2026.

        Brandt menyatakan bahwa pasar kripto saat ini masih berada dalam fase konsolidasi pasca siklus bullish sebelumnya. Ia menyebut bahwa fase bottoming belumlah usai hingga akhir tahun ini.

        Baca Juga: Brasil Larang Stablecoin dan Bitcoin untuk Remitansi Internasional

        “Saya tidak memperkirakan titik terendah terjadi sebelum September atau Oktober 2026,” ujarnya.

        Menurutnya, harga bitcoin tidak harus menembus level terendah sebelumnya, tetapi kemungkinan akan bergerak dalam pola naik-turun yang tidak stabil sebelum akhirnya membentuk tren naik baru.

        “Kita bisa melihat reli, lalu pergerakan sideways hingga turun. Skenario terburuk adalah kembali ke kisaran US$50.000-an sebelum akhirnya melonjak menuju US$250.000,” katanya.

        Proyeksi tersebut didasarkan pada pola historis siklus empat tahunan bitcoin yang dipengaruhi oleh peristiwa halving, yaitu pemotongan imbalan penambangan. Secara historis, puncak harga biasanya terjadi sekitar 16 hingga 18 bulan setelah halving, diikuti fase penurunan selama sekitar satu tahun.

        Siklus terbaru menunjukkan bitcoin mencapai puncak pada Oktober 2025. Ia berada sekitar 18 bulan setelah halving April 2024 yang menurunkan imbalan blok menjadi 3,125 BTC.

        Brandt, jika pola tersebut berlanjut, memperkirakan pasar akan mencapai titik terendah sekitar Oktober 2026. Usai hal itu, ia akan memasuki tren naik baru yang berpotensi mencapai puncak pada akhir 2029 atau sekitar 18 bulan setelah halving berikutnya pada 2028.

        Meski demikian, pandangannya berbeda dengan sebagian analis kripto yang menilai tren turun telah berakhir pada awal tahun ini saat harga menyentuh kisaran US$60.000, dengan reli berikutnya sebagai awal tren bullish baru.

        Harga bitcoin sendiri telah naik lebih dari 25% sejak awal Februari dan sempat diperdagangkan di atas US$80.000.

        Brandt menegaskan proyeksinya bergantung pada konsistensi pola historis pasar.

        Baca Juga: Tameng Lawan Inflasi, Miliarder Amerika Serikat Sebut Bitcoin Lebih Unggul dari Emas

        “Selama pasar mengikuti pola ini, saya akan tetap pada proyeksi saya. Jika menyimpang, saya akan merevisi pandangan saya,” ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: