Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemenkeu Catat Subsidi dan Kompensasi BBM-LPG Tembus Rp118,7 Triliun, Naik 266%

        Kemenkeu Catat Subsidi dan Kompensasi BBM-LPG Tembus Rp118,7 Triliun, Naik 266% Kredit Foto: Antara/Didik Suhartono
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja subsidi dan kompensasi hingga 31 Maret 2026 mencapai Rp118,7 triliun, atau setara 26,6% dari total APBN, sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak harga energi global.

        APBN disebut tetap berperan sebagai shock absorber untuk meredam dampak volatilitas harga energi internasional terhadap perekonomian domestik.

        Nilai belanja subsidi dan kompensasi tahun ini melonjak tajam dibandingkan periode sebelumnya. Pada 2026, total realisasi mencapai Rp118,7 triliun, terdiri atas subsidi sebesar Rp52,2 triliun dan kompensasi Rp66,5 triliun, dengan pertumbuhan mencapai 266,5 persen.

        Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding realisasi tahun-tahun sebelumnya, yakni Rp38,5 triliun pada 2022, Rp37,5 triliun pada 2023, Rp30,1 triliun pada 2024, dan Rp32,4 triliun pada 2025.

        “Realisasi subsidi dan kompensasi dipengaruhi oleh fluktuasi ICP, depresiasi nilai tukar rupiah, serta peningkatan volume BBM, LPG, dan listrik,” tulis laporan APBN KiTA, dikutip Selasa (5/5/2026).

        Ketidakpastian geopolitik global yang memicu volatilitas harga minyak juga ikut menekan belanja subsidi energi. Meski demikian, pemerintah menilai Indonesia telah memiliki pengalaman dalam menghadapi lonjakan harga energi, seperti yang terjadi saat konflik Rusia-Ukraina pada 2022.

        Di sisi lain, pemerintah juga terus menjaga ketersediaan barang bersubsidi bagi masyarakat. Hal itu tercermin dari kenaikan realisasi penyaluran sejumlah komoditas dan program subsidi pada 2026.

        Penyaluran BBM bersubsidi tercatat naik 9,2 persen menjadi 3.17 juta kilo liter dari sebelumnya 2.90 kilo liter. Sementara realisasi LPG 3 kg meningkat 3,8 persen menjadi 1.419 juta kilogram.

        Jumlah pelanggan listrik bersubsidi juga bertambah 2,4 persen menjadi 42,9 juta pelanggan, sedangkan distribusi pupuk subsidi naik 13,6 persen menjadi 1,9 juta ton.

        Adapun jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) meningkat 8,9 persen menjadi 1,1 juta debitur, menandakan dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha kecil tetap berlanjut di tengah tekanan ekonomi global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Cita Auliana
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: